SMKN 1 Turen Gelar Hajatan Pernikahan

MALANG - Ratusan siswa SMKN 1 Turen dan warga sekitar sekolah kemarin geger dan berjubel di sekitar sekolah itu. Mereka ingin melihat  sepasang “manten” yang masih belia bahkan masih menjadi siswa kelas XII di SMKN 1 Turen. Pengantin yang diarak di halaman sekolah kemarin adalah Ahmad Irfanudin dengan Zubaidah.
Bahkan, siswa dan warga sekitar makin penasaran, lantaran, prosesi  “manten” itu  berjalan dengan khidmat. Mulai dari iring-iringan, temu, sungkem, dan dilanjutkan pesta makan prasmanan. Mempelai laki-laki yang diarak dari  ruang kelas menuju aula, diikuti puluhan orang. Ada yang  membawa  rangkaian dua bunga mayang, puluhan bingkisan serahan, kado serta berbagai bingkisan istimewa  siap diberikan  kepada mempelai wanita.
Sedangkan,  mempelai wanita yang menunggu kedatangan mempelai pria, siap menyambutnya didampingi pihak keluarga. Temu manten ini,  diawali dengan lempar bunga, pecah telur,  iringan menuju kuade, serta sungkem, berjalan normal. Kemudian dilanjutkan dengan foto foto.
Tetapi, kegaduhan itu terjawab setelah dua orang guru pembimbing yakni Uce Erlita Indari Sugiana S.Pd dan Merinda Kusumaningtyas S.Pd,  memandu dan memberikan arahan prosesi mantenan tersebut. Ternyata, prosesi mantenan itu adalah  ujian praktik siswa kelas XII jurusan Tata Boga I. Yakni untuk standar kompetensi (SK) mengolah menu untuk kesempatan khusus gelar prosesi temu manten.
Ujian praktik kemarin benar-benar seperti acara yang serius digelar. Apalagi prosesnya dilakukan layaknya acara manten pada umumnya. Hanya saja, yang membedakan kegiatan ini tidak ada akad nikah. ”Untuk mempersiapkan kegiatan ini, membutuhkan waktu panjang. Sekitar satu setengah bulan. Dari 33 siswa dibagi menjadi beberapa tim. Mereka harus bekerjasama untuk bisa menyukseskan ujian praktik ini,” tegas Uce Erlita didampingingi Kepala SMKN 1 Turen Tasminah S.Pd, M.Pd, kemarin.
Persiapan yang dilakukan mulai rencana busana yang akan dikenakan pasangan pengantin, dekorasi, bunga  mayang, pagar ayu, foto, serta berbagai jenis menu makanan. Menu yang disajikan secara prasmanan pada tamu semuanya hasil masakan siswa.  
Sedangkan untuk penilaian dan apakah ujian praktik ini berhasil, pihak sekolah  mengundang jajaran ibu-ibu Muspika setempat. Mulai dari tim PKK kecamatan, Bhayangkari, Persit dan mitra kerja. Tak ketinggalan  juga ibu-ibu PKK kelurahan. ‘’Salah satu pendukung penilaian apakah ujian praktik ini sukses apa tidak, adalah komentar para undangan,’’ tegasnya. (ds/sir/eno)