PSM ITN Boyong Tiga Medali

MALANG - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITN Malang sukses memboyong tiga medali dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa tingkat nasional XII di Ambon. Pesparawi 2012 digelar di Universitas Pattimura Ambon pada 15-22 Oktober lalu. Prestasi gemilang ini pun mendapatkan apresiasi dari Rektor ITN, Drs Soeparno Djiwo MT dengan menghadiahi beasiswa gratis SPP satu semester untuk sekitar 28 mahasiswa anggota PSM.
“Kami sangat senang dan berharap bisa meningkatkan prestasi pada festival berikutnya,” ungkap Ketua Umum PSM ITN Malang, Vega Aditama kepada Malang Post.
Ajang bergengsi yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) tersebut sudah digelar kali ke 12. Sebanyak 33 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di Indonesia bertanding secara sportif.  Pada even sebelumnya, ITN juga memboyong tiga medali perak pada Pesparawi XI. Selain kompetisi paduan suara, dalam acara tersebut juga digelar beberapa kegiatan diantaranya lokakarya musik dan vokal etnik serta simposium ”kaum muda vs nyanyian gerejawi”.
Vox Coeleistis Choir, nama PSM ITN memang langganan mendapat medali pada ajang lomba dua tahunan ini. Dari tiga kategori yang dilombakan, PSM ITN bisa membawa pulang medali perak. Yaitu untuk kategori folklore, Sacra dan Gospel. Dengan jadwal kategori Sacra dilombakan pada 17 Oktober, kategori Gospel dan Spiritual pada 19 Oktober dan kategori musik rakyat atau folklore pada 20 Oktober.
Pada kategori folklore, tim yang beranggotakan 27 orang penyanyi ini bahkan membuat kagum dengan penampilan yang sempurna. Bahkan setelah penampilan mereka di atas panggung lomba, PSM ITN diundang untuk tampil di sebuah gereja di Ambon.
”Kami diundang untuk tampil di gereja dan membawakan dua buah lagu yang kami nyanyikan saat lomba, dan kami mendapat honor setelah tampil di sana,” ujarnya bangga.
Ketua Pelaksana Pemberangkatan Tim, Denny Fernandes menuturkan selama persiapan hingga kedatangan mereka di Ambon tidak ada kendala yang dihadapi. Semua tim bisa kompak dan disiplin menjaga stamina.
”Sebenarnya kami merasa maksimal pada saat menyanyikan lagu musik rakyat, sayangnya karena kostum yang kurang nyaman sehingga sedikit memersulit gerak kami,” ujarnya.
Ceritanya mereka membawakan lagu rakyat Banyuwangi berjudul Luk Luk Lumbu dan Kalwedo Basudara e. Mereka pun sudah siap dengan baju adat Banyuwangi. Sayangnya karena tak terbiasa memakai topi yang berat, mereka pun tak bisa bebas bergerak sesuai irama.
”Poin perak kami pada kategori folklore beda tipis dengan pemegang medali emas,” ucapnya.
Setelah sukses diajang Pesparawi ini, rencananya PSM ITN akan menyiapkan diri untuk ajang lomba tingkat internasional. Ada sejumlah lomba yang akan mereka ikuti tahun depan.
Pembina PSM ITN, Ir Eding Iskak Imananto MT menuturkan PSM ITN memasang target prestasi pada even nasional ini. Dia bersyukur karena mahasiswa ITN bisa mewujudkannya. Kuncinya adalah disiplin berlatih dan menjaga kekompakan dalam tim.
Sementara itu Rektor ITN, Soeparno Djiwo MT menegaskan pimpinan ITN mengapresiasi prestasi tersebut dengan memberikan beasiswa. Tidak tanggung-tanggung, seluruh personil PSM akan diberi hadiah bebas SPP selama satu semester.
”Sebagai bentuk apresiasi maka kami berikan beasiswa gratis SPP ini, semua anggota tim bisa menikmatinya,” pungkasnya. (oci/sir/eno)