UMM Operasionalkan SPBU

MALANG - Pom bensin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraup omzet antara Rp 90 Juta – Rp 120 Juta per hari sejak resmi membuka layanan akhir pekan lalu. Dalam sehari bensin yang dibeli masyarakat bisa mencapai 95 ton liter.
”Kebanyakan yang mengisi BBM dari masyarakat umum, mulai mikrolet sampai bus. Justru mahasiswa belum banyak karena baru dibuka beberapa hari,” ujar Kepala Humas UMM, Nasrullah M.Si.
Soft Opening SPBU Sabtu (27/10) lalu ditandai dengan mulai beroperasinya SPBU dalam melayani masyarakat selama 24 jam mengikuti standart PASTI PAS yang ditetapkan Pertamina. SPBU ini merupakan unit usaha ke-7 yang dimiliki UMM setelah Hotel UMM Inn, bengkel Yamaha, kantin-kantin kampus, bookstore, UMM Dome dan UMM Medical Center. 
“UMM tidak hanya mengandalkan pemasukan dari mahasiswa saja, dengan adanya unit usaha dapat membantu. Walaupun unit usaha ini berorientasi pada profit namun keuntungannya akan kembali ke UMM sehingga dapat mem back-up kegiatan kampus”, terang Direktur SPBU, Lukito Prasetyo, IR, MT.
Fasilitas yang dimiliki SPBU itu di antaranya toilet umum, mini market dan cafe yang masih dalam pengerjaaan. Awal persiapan berdirinya SPBU dimulai dari 2 tahun yang lalu. Prosesnya cukup lama karena beberapa kendala dalam mendirikan bangunan seperti izin tata guna lahan. Lahan yang dipergunakan SPBU sebelumnya merupakan lahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) sehingga harus dirubah menjadi kawasan perdagangan dan jasa.
Juga harus melalui analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan izin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu syarat administratif dari Pertamina yang harus dipenuhi seperti Surat Izin Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan, Izin Keselamatan Kerja (K2).(oci/eno)