Mahasiswa PLB UM Dalami Teknik Memijat

MALANG - Demi menambah kompetensi pendidikan, mahasiswa program studi pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Malang (UM) kemarin (30/10) menggelar lokakarya tentang efek pemijatan yang menghadirkan Drs Hariadi L.Ac, pakar akupuntur.
Dalam paparan materinya, Hariadi banyak memaparkan mengenai bagian tubuh dan manfaat apa yang ditimbulkan setelah melakukan pemijatan. “Memijat harus memahami anatomi tubuh manusia untuk mengetahui efek pijatan. Karena setiap titik yang dipijat memiliki fungsi yang berbeda, begitu pula dengan tekniknya,” katanya.
Memijat anak berkebutuhan khusus (ABK) misalnya, bisa menjadi momen untuk menguatkan ikatan emosi dan komunikasi antara ABK dengan guru atau terapisnya. Pijatan pada ABK juga terbukti akan memperlancar peredaran darah. “Sentuhan yang benar akan menstimulasi anak dan  membuatnya lebih rileks. Setelah rileks anak akan lebih mudah diarahkan dan dibimbing ,” kata pria yang juga wakil Asosiasi Manajemen (AMA) Malang ini.
Dikatakannya, perlu kesabaran dalam merawat dan membina ABK. “Merawat anak berkebutuhan khusus memang perlu kesabaran dan ketekunan ekstra. Kebanyakan mereka memiliki otot rendah serta beresiko lebih besar memiliki gangguan pada otot, sistem pencernaan dan sampai resiko terkena infeksi," imbuhnya.
Mahasiswa PLB UM antusias memperhatikan paparan pria yang terkenal sebagai pakar Fengshui ini. Sambil diperlihatkan gambar mengenai anatomi tubuh manusia, mahasiswa juga diberi contoh cara memijat yang benar.
 “Mahasiswa Program studi PLB harus memiliki kompetensi tersebut, karena dalam menghadapi ABK diperlukan teknik-teknik khusus,” ujar Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes Ketua Prodi PLB UM. Dikatakannya, dari berbagai riset menunjukkan efek positif dalam memijat sehingga mahasiswa perlu menguasai teknik pemijatan agar pembinaan lebih efektif.
“Kami juga membekali mahasiswa dengan mata kuliah anatomi, fisioterapi, kesehatan anak, dan beberapa dasar ilmu kedokteran lain karena PLB erat kaitannya dengan ilmu tersebut,” pungkas alumni Fakultas Kedokteran Unair ini. (nin/eno)