Mahasiswa Asing Tertarik Belajar Bahasa Indonesia

MALANG – Minat warga asing untuk belajar bahasa Indonesia patut diapresiasi. Bahkan banyak yang ingin menjadi pengajar Bahasa Indonesia di negara asalnya.
“ Ketika kembali ke Thailand, saya ingin menjadi pengajar Bahasa Indonesia. Di Thailand, Bahasa Indonesia yang satu rumpun dengan Bahasa Melayu banyak yang mempelajari,” ujar Danai Sopalang mahasiswa Thailand yang belajar di Universitas Negeri Malang (UM).
Bukan hanya mahasiswa asal Universitas Islam Yala ini saja yang mengaku tidak terlalu kesulitan mendalami Bahasa Indonesia. Mahasiswa asal Cekoslovakia juga tertarik belajar Bahasa Indonesia.
“Saya ingin belajar Bahasa Indonesia, sekaligus belajar budayanya. Kendati belum banyak yang saya pelajari, saya senang berada di Indonesia,” ujar Miroslav Vyrubalik. Mahasiswa asal University of Economic in Prague ini menuturkan, sekembalinya ke negara asalnya, ia ingin mempraktikkan Bahasa Indonesia di lingkungan sekitarnya.
“Bukan sebagai profesional, saya ingin mempraktikkan Bahasa Indonesia sebagai bagian dari keahlian saja,” ujar Miroslav kepada Malang Post. Miroslav mengaku sudah bisa menggunakan kalimat sehari-hari seperti memesan makanan di rumah makan dan mengetahui arah.
Secara terpisah, Drs. Gatut Susanto MM, M. Pd Koordinator Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) UM mengakui di luar negeri Bahasa Indonesia banyak peminatnya. ”Bukan hanya di kawasan Asia saja, tetapi juga di Eropa. Seperti di Eropa Timur, yang punya sejarah panjang diplomasi dengan Indonesia cukup banyak peminatnya,” ujarnya.
Gatut menambahkan, nilai plus warga asing yang menguasai Bahasa Indonesia di negara asalnya banyak yang bekerja di Kedutaan Besar dan Konsulat Indonesia. ”Banyak juga yang bekerja di perusahaan karena menguasai Bahasa Indonesia,” pungkas dosen Bahasa Indonesia ini. (nin/eno)