Siswa Kualitas Tinggi dan Rendah Akan Dikelompokkan

MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang menargetkan kenaikan peringkat hasil ujian nasional (UN) pada 2013 mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaring siswa dengan kualitas tinggi dan rendah untuk diberikan perlakuan khusus.
"Kelompok siswa yang dijaring itu nantinya akan dibina oleh guru-guru pilihan di Kota Malang," ungkap Kasi SMP Dikmen Kota Malang, Budiono kepada Malang Post.
Budi merinci ada 25 SMP negeri yang ada di Kota Malang. Di antaranya ada sekolah dengan status rintisan bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah standar nasional. Di tiap sekolah dipilih 20 siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan 20 siswa dengan kemampuan rendah. Minimal ada 25 kali pertemuan yang akan dilakukan untuk pembinaannya. Siswa akan dibina oleh para guru yang sudah ditraining oleh dosen dari perguruan tinggi.
"Guru-guru pengampu mata kuliah UN sudah diberi pelatihan, dan sekarang mereka harus memraktikkannya," jelasnya. Tidak menutup kemungkinan pula, dihadirkan guru dari lembaga bimbingan belajar (LBB) agar siswa tidak bosan.
menurut Budi, sebenarnya di tiap sekolah pembinaan khusus untuk siswa ini juga sudah dilakukan. Namun Dikbud merasa masih perlu melakukan pembinaan agar kualitas UN di tahun mendatang lebih baik. Seperti janji Kepala Dikbud Kota Malang, Dra Sri Wahyuningtyas untuk meningkatkan kualitas UN di tahun mendatang. Sebab tahun ini peringkat UN Kota Malang masih jauh dari harapan. Di jenjang SMP, Kota Malang menduduki peringkat 35 dari 38 Kota kabupaten di Jawa Timur.
Disinggung tentang reward bagi siswa yang berprestasi menembus peringkat provinsi, hadiahnya kata dia, adalah kesempatan memilih semua sekolah yang diminati di Kota Malang. Serta beberapa penghargaan lainnya yang layak diterima siswa. ”Biasanya sekolah juga memberi reward khusus, ada yang menyiapkan Rp 1 Juta untuk nilai kembar,” bebernya. (oci/eno)