Khawatir Terputus di Jenjang Berikutnya

MALANG- Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi wadah yang tepat untuk mulai mengenalkan pendidikan karakter termasuk pendidikan anti korupsi. Lembaga PAUD di Kota Malang pun sepakat bahwa pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini. Hanya saja ada kekhawatiran terputusnya pendidikan di jenjang paling dasar itu pada jenjang berikutnya.
”Selama ini semua lembaga PAUD sudah mulai mengenalkan pendidikan karakter kepada anak didiknya, namun ada kesan pendidikan itu terputus pada saat mereka masuk SD,” ungkap Ketua Himpunan Pendidik PAUD Indonesia (HIMPAUDI) Kota Malang, Rohmiati kepada Malang Post.
Menurutnya pada jenjang SD biasanya siswa lebih banyak digembleng akademiknya. Mengingat beban dan tuntutan kepada siswa yang harus siap menghadapi ujian nasional (UN).
Di PAUD terutama yang berbasis Islami, pendidikan karakter biasanya dibalut dalam pendidikan akhlak. Ada 18 pendidikan karakter yang perlu dikenalkan kepada siswa. Di antaranya kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat dan lainnya.
”Kami berharap komitmen perbaikan kurikulum di jenjang SD bisa segera dimulai, sehingga pendidikan karakter bisa dikenalkan juga di tingkat dasar hingga menengah,” harapnya.
Menurut Mia, panggilan akrab Rohmiati keberlanjutan pendidikan karakter yang dibangun di jenjang PAUD sangat penting. Karena itu ia menyambut baik upaya pemerintah mewajibkan pendidikan karakter di seluruh jenjang. Termasuk pendidikan antikorupsi yang akan diberlakukan di seluruh jenjang pendidikan mulai tahun ajaran 2012/2013.
Kurikulum pendidikan ini nantinya akan mendorong seluruh peserta didik dan menanamkan nilai-nilai anti dan melawan korupsi. Untuk jenjang PAUD sampai pendidikan menengah (SMA), materi pendukung program ini sudah disiapkan. (oci/eno)