Sulap Busana Resmi Berselera Remaja

MALANG - Selalu saja ada yang mengagumkan dari karya siswa-siswi Desain Busana SMKN 3 Malang. Kali ini dengan mengambil trend gaya metropolitan, siswa membuat desain busana yang istimewa. Desain seragam kantor yang diterjemahkan ala selera remaja. Hasilnya Epolet yang biasa menghiasai seragam Polisi Wanita (Polwan) pun berhasil disulap menjadi busana kerja yang innocent dan trendi.
”Kami mendapat tugas membuat baju dengan tema pekerja, jadi kami pilih epolet yang biasa ada di seragam Polwan,” ungkap salah satu peserta kelompok Newyork, Miranda.
Busana trendi dengan gaya metropolitan itu kemarin ditampilkan oleh 68 siswa dari kelas desain busana. Mereka mendesain baju sendiri, memeragakan di depan seluruh warga sekolah dan  menghias wajah sendiri.
Busana kreatif yang ditampilkan kemarin di antaranya busana pramugari, busana pesta dan casual. Seragam pramugari yang biasanya rapi pun dikreasikan menjadi lebih bergaya muda. Ada paduan jeans dengan teknik terbaru yang sedang trend yaitu teksmo atau tekstil monumental. Siswa memanfaatkan sejumlah bahan perca sebagai hiasan yang menimbulkan kesan ceria. Ada pula yang menggabungkan kimono dan rok jeans pendek sehingga terlihat anggun dan memesona.
Untuk lebih memberi kesan metropolitan, seluruh siswa yang tampil mengenakan bando telinga kelinci. Praktis halaman sekolah pun semarak dengan penampilan para siswa.
Menurut Ketua Jurusan Busana Butik SMKN 3, Ardiningsih, peragaan busana ini dilakukan bertepatan dengan penerimaan rapor ujian tengah semester (UTS).
”Peragaan busana ini adalah penampilan terakhir siswa kelas 12 desain, karena sebentar lagi mereka akan menyiapkan diri menjelang ujian nasional,” ungkapnya.
Menurut Ardiningsih, pada peragaan kali ini siswa ditantang untuk membuat karya busana telering atau berlapis dengan hiasan  teknik teksmo. Teksmo ditempatkan pada sembarang bagian seperti rok, kerah, dada dan lainnya. Teksmo adalah pemanfaatan bahan tekstil seperti benang, pita, perca, brokat, sisa benang hingga tali kur menjadi hiasan yang unik. Siswa dibagi dalam lima kelompok dan harus membuat baju dengan tema berbeda.
Kepala SMKN 3, Aksihari M.Pd menegaskan selain diajarkan cara membuat desain busana yang bagus, siswa juga selalu diajak menjadi desainer yang menghasilkan karya ramah lingkungan. Karena itulah pada setiap desain siswa diharapkan bisa mengusung tema lingkungan misalnya dengan memanfaatkan bahan perca yang biasanya dibuang sebagai limbah jahitan.(oci/eno)