Rencana SNMPTN Gratis Terus Dimatangkan

MALANG - Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendaftaran bagi calon mahasiswa baru jalur undangan mulai dimatangkan di tingkat panitia lokal (Panlok) Malang. UIN Maliki, Universitas Negeri Malang (UM) dan UB pun mulai menyamakan visi.
”Meski Mendiknas telah menggratiskan biaya pendaftaran masuk di PTN, akan tetapi mereka (Camaba) harus betul-betul diseleksi dengan ketat,” ungkap Pembantu Rektor 1 UIN Maliki, Prof Mudjia Rahardjo dalam keterangan persnya.
Seperti diketahui biaya operasional panitia SNMPTN dibiayai pemerintah. Dengan demikian, pendaftar tidak dikenai biaya pendaftaran yang besarnya Rp 150 Ribu - Rp 175 Ribu.
Jalur undangan yang selama ini terbatas bagi siswa berprestasi, pada tahun 2013 nanti terbuka  untuk semua siswa SMA sederajat. Perubahan ini terkait dengan kebijakan pemerintah tentang seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri secara nasional, yang bebas biaya pendaftaran alias gratis.
Model sebelumnya kuota 60 persen ini diisi melalui SNMPTN jalur undangan bagi siswa berprestasi, dan SNMPTN jalur tertulis yang terbuka bagi semua siswa. SNMPTN jalur undangan selama ini ditujukan bagi siswa yang berprestasi konsisten selama di bangku SMA/SMK sederajat. Siswa yang mendaftar harus direkomendasikan sekolah, dan jumlahnya sesuai status akreditasi sekolah.
Tahun lalu, menurut Mudjia, mahasiswa baru hasil seleksi jalur undangan dan prestasi banyak yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ditargetkan. Pasalnya, banyak lembaga pendidikan yang memberikan nilai yang cukup tinggi akan tetapi tidak seimbang dengan kemampuan sisiwanya.
“Tahun 2013 mendatang hal itu harus diantisipasi agar tidak terulang dan membuat repot di PTN,” tandasnya.
Tahun depan, UM mendapat giliran menjadi ketua panitia penerimaan camaba jalur SNMPTN lokal Malang, dan proses penerimaan maba merupakan kegiatan rutinitas. Meski begitu, panlok pun tidak boleh menganggap reme sesuatu yang sudah biasa dilakukan. “Tugas mulia ini harus bisa menjadi percontohan bagi PTN lain khusunya yang berada di luar Malang,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan PR I UB, Prof. Dr. Bambang Suharto. Pemerintah terus menghimbau kepada para rektor PTN untuk terus meningkatkan kuota camabanya. Dan saat ini jalur penerimaan maba yang dinilai cukup akurat adalah jalur SNMPTN.
“Penerimaan maba melalui jalur SNMPTN telah menjadi barometer di tingkat nasional,” lanjutnya.
Selain itu, kata Bambang, proses penerimaan jalur SNMPTN juga menjadi ajang tali silaturahim antar PTN se Indonesia, dan juga untuk memperkokoh NKRI. “Dengan dibukanya jalur SNMPTN juga dapat dijadikan media komunikasi yang cukup inten antar PTN yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (oci/eno)