Tahun Depan SMP dan SMA Terapkan MBS

MALANG- Mulai tahun depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang berencana menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada tingkat sekolah menengah. Hal ini dikatakan Budiono, Kasi Pendiddikan Dikbud Kota Malang.
“Selama ini MBS hanya diterapkan di sekolah dasar. Kami melihat MBS ini cukup bagus jika diterapkan di jenjang menengah seperti SMP dan SMA maupun SMK,” kata Budiono. Menurut Budiono, MBS dapat menerapkan desentralisasi yang sistematis pada otoritas dan tanggung jawab tingkat sekolah untuk membuat keputusan.
MBS telah diterapkan di beberapa negara maju seperti  Inggris. Lebih dari dari 25 ribu sekolah telah menerapkannya lebih dari satu dekade. Selain Inggris, Selandia Baru, Australia, Kanada dan Amerika Serikat juga telah menerapkan MBS.
Permasalahan lainnya yang dapat terkait penyelenggaraan sekolah dalam kerangka kerja yang ditetapkan oleh pusat terkait tujuan, kebijakan, kurikulum, standar, dan akuntabilitas. ”Selama ini penerapan di SD sudah berjalan cukup baik, sehingga kami mempertimbangkan jika diterapkan pada satuan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya kepada Malang Post.
MBS merupakan strategi mendelegasikan kewenangan pengambilan keputusan penting dari pusat dan daerah ke tingkat sekolah. Dengan demikian, MBS pada dasarnya merupakan sistem manajemen di mana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri. MBS memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka.
 ”Tujuan penerapan MBS adalah manajemen yang dilakukan sekolah sesuai prosedur dan lebih transparan. Kendati manajamen didelegasikan kepada sekolah tetapi pemantauan dari Dikbud tetap dilakukan,” pungkasnya. (nin/nda)