Peduli Lingkungan, Siswa SMKN 3 Rawat Taman Hutan Kota

MALANG - Taman hutan kota di Jalan Kediri yang merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang mendapat perhatian khusus dari SMKN 3 Malang. Sekolah kejuruan bidang pariwisata ini secara rutin membersihkan RTH yang tepat berada di belakang sekolah mereka setiap hari Jum’at pagi. Seperti pekan lalu, sejumlah siswa dari kelas X Busana satu mendapat giliran membersihkan RTH tersebut.
“Pada hari Jum’at ada kegiatan rutin bersih lingkungan, siswa membersihkan kelas dan lingkungan sekolah serta taman kota,” ujar Kepala SMKN 3, Dra Aksihari M.Pd kepada Malang Post.
Bersih-bersih RTH ini dijadwalkan secara bergilir di setiap kelas. Kebetulan siswa kelas X busana semuanya adalah siswa perempuan. Sehingga mereka pula yang mendorong gerobak sampah dan mengangkutinya. Meski demikian mereka terlihat antusias membersihkan taman kota meski bau tidak sedap menusuk tajam hidung mereka. Bahkan tanpa jijik, para siswa memilah sampah dan memisahkannya. Masing-masing berbekal sapu dan peralatan kebersihan sembari saling bahu membahu membersihkan hutan kota.
“Kami sangat menyayangkan kondisi RTH yang tidak terawat, apalagi baunya pun tidak enak. Harusnya RTH tetap dijaga supaya bersih,” kata dia.
Tak hanya siswa saja, sejumlah guru pun ikut mendampingi kegiatan bersih-bersih RTH ini. Bahkan ibu guru pun juga terlihat sibuk membersihkan hutan kota bersama muridnya. Tampak juga kepala SMKN 3 Aksihari yang mendampingi kegiatan tersebut.
SMKN 3 Malang memiliki program membentuk satuan petugas (Satgas) yang setiap hari bertugas menjaga lingkungan sekolah. Misalnya mengawasi temannya yang datang terlambat, mencatat pelanggaran tata tertib, mengajak temannya untuk berperilaku baik, dan juga bersih-bersih lingkungan.
Dengan kebiasaan peduli terhadap lingkungan ini ia berharap siswa SMKN 3 Malang menjadi generasi yang peduli. Tidak hanya peduli dengan kebersihan lingkungannya sendiri tapi juga lingkungan umum.
”Program saya tidak hanya siswa yang dibentuk karakternya tapi juga para guru,” imbuhnya. (oci/sir/eno)