Latih Jiwa Kepemimpinan Lewat LDKS

MALANG - Demi menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kekompakan anggota OSIS yang baru, MTs dan SMK Wali Songo Krebet Bululawang Sabtu (3/11) lalu menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). LDKS tahun ini dirangkai melalui kegiatan outbond di Coban Rondo.
Beberapa kegiatan yang digelar dalam acara tersebut antara lain Aborigin Dance, pass to person, dan deer hunter. Selain itu, untuk menambah kekompakan antar anggota OSIS, digelar pula berbagai permainan menarik seperti zombie, blade of grace, dan trust fall. Ada juga kegiatan high rope, electric fence, dan pipa bocor.
Kendati agenda kegiatan cukup padat dan melelahkan, peserta outbond antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi kegiatan. “Kegiatan outbond adalah kegiatan perdana kami menggelar LDKS di luar lingkungan sekolah. Biasanya kami menggelar di areal sekolah,” ujar Titik Lusianah, S. Si Waka Kesiswaan MTs dan SMK Wali Songo.
Dikatakan Titik, kegiatan non-akademik yang digelar sekolah adalah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa di luar kegiatan pelajaran. Juga merupakan media untuk berlatih mengambil keputusan dan kepercayaan diri.
Terpisah, Kepala MTs dan SMK Wali Songo Drs. Nurkholis, M.Si  sangat mengapresiasi kegiatan LDKS. “Kami berharap dengan adanya kegiatan outbond  dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dibekali untuk menjadi calon pemimpin,” ujarnya.
Menurutnya, selain membekali kemampuan akademik, siswa juga perlu dibekali dengan kemampuan non-akademik. “Sekolah tidak hanya bertanggungjawab pada kemampuan akademik saja tetapi juga non-akademik seperti kepemimpian dan kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.
Kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki MTs Wali Songo yakni sepak bola, drum band, basket, dan volley. Kegiatan ekstrakurikuler SMK Wali Songo yakni sepak bola, bela diri, Pramuka, drum band, dan basket. “Sebagai wujud dukungan kepada siswa yang memiliki prestasi non-akademik, kami selalu mendorong siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi. Kami juga memberikan dispensasi kepada dua siswa kami yang menjadi atlet Kabupaten Malang untuk mengikuti Porseni,” pungkasnya. (nin/sir/eno)