Jenjang S1 Bisa Ditempuh 2,5 Tahun

MALANG - Umumnya untuk menyelesaikan jenjang pendidikan S1 berkisar antara 4 tahun hingga 4,5 tahun. Tetapi di Australia, jenjang S1 bisa diselesaikan dalam waktu singkat yakni 2,5 tahun.
Hal itu dipaparkan Blue Mountains Hotel and Management School Australia saat memaparkan materinya di Pameran Pendidikan 9 Negara di Hotel Santika kemarin (6/11).
“Kami cukup sering mengikuti pameran pendidikan karena respon masyarakat semakin meningkat,” ujar Didien Rahayuningtyas perwakilan Blue Mountains Hotel and Management School Australia. Dikatakannya, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri terus meningkat, kendati nilai tukar rupiah terkadang mengalami penurunan tetapi hal itu tidak mempengaruhi.
“Apalagi untuk jenjang S1 ada yang bisa ditempuh dalam waktu singkat, hal itu juga menjadi salah satu daya tarik,” ujarnya kepada Malang Post. Menurutnya, pendidikan dan fasilitas pendidikan di luar negeri menjadi daya tarik masyarakat. Biasanya jika di Indonesia menyelesaikan program pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan magang atau praktik kerja. Tetapi beberapa pendidikan di luar negeri menerapkan sistem yang berbeda yakni materi kuliah tidak langsung dihabiskan pada masa perkuliahan tetapi dilakukan bergantian dengan magang kerja.
“Di Australia khususnya praktik kerja dihargai seperti bekerja profesional. Mahasiswa juga mendapatkan halnya seperti karyawan lain yakni gaji dan fasilitas,” beber wanita berambut panjang ini.
Selain Blue Mountains International Hotel Management School Australia yang membuka stand, beberapa lambaga lain juga turut andil dalam pameran yang diselenggarakan oleh Vista Education Service. Peserta pameran anatara lain North Seattle Community College, Massey University, Shoreline Community College, Whitireia New Zealand, Thompson Rivers College, dan Swiss School of Toursm and Hospitality.
“Kami rutin menggelar pameran di Malang  karena sebagai salah satu kota pelajar animonya cukup tinggi,” ujar Budi Jayantara Organizer Vista Education Service. Dikatakan Budi, animo masyarakat saat ini dalam memilih pendidikan di luar negeri semakin meningkat.
“Jika dibandingkan biaya pendidikan di dalam negeri, pendidikan di luar negeri terbilang mahal karena biaya hidupnya juga tinggi. Tetapi hal ini tidak mempengaruhi animo masyarakat. Jumlah pengunjung pameran dari tahun ke tahun meningkat,” katanya.(nin/eno)