Penawaran LKS Harus Diketahui Dikbud

MALANG - Buku cetak dan Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa menjadi salah satu sumber belajar. Namun sayangnya di beberapa daerah ditemukan LKS yang isinya menyimpang dari pembelajaran. Meski di Kota Malang belum pernah ditemui beredarnya buku maupun LKS yang menyimpang, Dikbud sudah mengantisipasi.
“Selama ini di Kota Malang belum ditemukan LKS yang menyimpang. Tetapi kami mengantisipasi untuk setiap penawaran LKS dan buku sebaiknya ke Dikbud terlebih dahulu,” ujar Zubaidah Sekretaris Dikbud Kota Malang.
Dikatakannya dengan melakukan laporan ke Dikbud terlebih dahulu, Dikbud bisa melihat isi dari buku cetak maupun LKS. “Selama ini yang beredar bisa saja karena guru kurang jeli dalam memilih LKS. Jika melalui Dikbud akan lebih terpantau, sehingga beredarnya buku maupun LKS yang  tidak sesuai dengan pembelajaran bisa dicegah,” kata perempuan berjilbab ini.
Sebelumnya cerita tentang “Istri Simpanan Bang Maman” di LKS Pendidikan Lingkungan Budaya di Jakarta memicu kemarahan orangtua siswa.
Selain itu beberapa waktu lalu kasus kunci jawaban berbau komunis di LKS Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) beredar di Sukabumi. Baru-baru ini gambar artis film porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi pada Lembaran Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris Kelas III di SMP Islam Brawijaya, Mojokerto, Jawa Timur
“Dikbud sudah menghimbau kepada sekolah-sekolah yang mendapat penawaran buku dan LKS dari penerbit agar lebih teliti dan berkonsultasi dengan kami. Bagaimanapun juga hal ini merupakan tanggungjawab Dikbud,” katanya kepada Malang Post.
Menurutnya, jika di dalam buku cetak dan LKS terkandung unsur yang tidak sesuai dengan pembelajaran dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi psikologis siswa. “Kalau ada yang mengandung unsur kurang pantas, akan berpengaruh terhadap perilaku siswa dan pendidikan,” pungkasnya. (nin/eno)