Zawawi Imron: Pancasila Pindah ke Thailand

MALANG - Penyair dan budayawan Zawawi Imron khawatir melihat Pancasila ada di negara orang. Menurutnya dasar negara Indonesia itu saat ini sudah dimiliki oleh Thailand. Begitulah pria asal Sumenep ini menggambarkan hilangnya pribadi khas Indonesia. Semua itu ia paparkan dalam seminar ‘Budaya Nusantara, Bagaimana Kabarmu?’ yang digelar mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki kemarin.
“Saya melihat keramahan, ketulusan, dan sikap hormat itu sudah menjadi milik Thailand, saya khawatir kalau Pancasila kita sudah dimiliki di sana,” ungkap Zawawi.
Ulama yang juga merenda puisi itu mengisahkan saat dirinya akan menerima sebuah penghargaan dari Thailand. Ia menjadi terkesima melihat penduduk Thailand yang ramah, jujur, penyambutan yang santun dan lainnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia seharusnya tidak kalah dengan Thailand. Kekayaan alam Indonesia lebih luas dibandingkan negara mana pun. Namun hasil survey menunjukkan bahwa tujuan wisata ke Thailand jauh lebih tinggi dibandingkan ke Indonesia.
”Ini adalah masalah, kenapa hanya 7 juta orang yang berwisata ke Indonesia sementara yang ke Thailand mencapai 27 juta orang per tahun,” tukasnya.
Menurutnya yang harus dikhawatirkan orang Indonesia bukanlah batik atau reog yang diklaim menjadi budaya negara lain. Karena seluruh dunia sudah tahu budaya tersebut adalah milik Indonesia. Tapi yang perlu dikhawatirkan adalah lunturnya sila-sila Pancasila yang menjadi cermin pribadi bangsa Indonesia.
”Saya yang sedih kalau Pancasila sudah dipakai di luar negeri,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar ikut merawat tanah air Indonesia yang indah. Menurutnya keindahan tanah air harus disertai perilaku penduduk yang indah. Kalau akhlak tidak dan perilaku tidak indah maka tanah air akan rusak.
”Merawat Indonesia harus dengan kerja nyata dan pikiran yang sehat,” tegasnya.
Sementara itu pembicara lainnya yang hadir dalam seminar kemarin adalah Budayawan, Agus Sunyoto dan anggota DPRD Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko.(oci/eno)