Dua Prodi UB Raih Akreditasi Internasional

MALANG - Tahun ini Universitas Brawijaya (UB) meraih akreditasi internasional untuk dua program studi (Prodi). Yakni program studi Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Diawali dengan FEB yang meraih akreditasi internasional pada 2 Maret lalu, kemudian disusul THP pada bulan ini.
Ketua Jurusan THP, Agustin Krisna Wardani, STP. MSi. PhD, menuturkan akreditasi internasional yang diraih itu menempatkan UB sebagai universitas kedua di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional setelah IPB.
“Dengan diraihnya akreditasi internasional tersebut, membuat ITP UB mampu bersaing dengan program studi yang sama di seluruh dunia,” kata Agustin.
Akreditasi internasional THP diraih dari Institute of Food Technologists (IFT), USA. Menurutnya untuk mencapai kondisi kurikulum sesuai standar internasional diperlukan sebuah perjuangan keras. Sejak tahun 2010 telah dilakukan persiapan dan upaya penyesuaian kurikulum yang ditetapkan oleh IFT.
Selain itu persiapan lain yang dilakukan adalah penggodokan dan pengaplikasian langsung kurikulum dalam proses belajar mengajar, persiapan fasilitas fisik, laboratorium dan pilot plant yang diupayakan sesuai dengan standar internasional yang telah ditetapkan IFT.
Diceritakannya, proses review dan konfirmasi borang oleh pihak reviewer dari Amerika dilakukan melalui teleconference di UPPTI.
Teleconference dihadiri oleh 3 reviewer dari IFT yang dipimpin langsung oleh Profesor Wayne Iwaoka sebagai lead reviewer. Setelah akreditasi internasional didapat oleh ITP FTP UB hal terpenting adalah melaporkan perkembangan baik kurikulum maupun fasilitas fisik setiap tahun.
Lulusan program doctoral Bioteknologi Osaka University Jepang ini menuturkan
akreditasi akan berlaku hingga 5 tahun ke depan. Dan setiap tahunnya harus mengirimkan laporan perkembangan (annual progress report) per bulan Agustus. Setelah 5 tahun berjalan, maka harus dilakukan proses re-approval lagi.
"Bagian tersulit adalah mempertahankan status ini," kata Agustin.
Ia menambahkan dengan diperolehnya akreditasi internasional dari IFT ada beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu peluang kerjasama yang semakin terbuka lebar, student exchange dan mahasiswa punya akses utk mendapatkan beasiswa dari IFT. Tidak kalah pentingnya, kesempatan ITP UB menjadi pilihan mahasiswa dari mancanegara untuk belajar ilmu teknologi pangan.
Sementara itu akreditasi Internasional FEB UB diperoleh dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century Organisation) – Lembaga Akreditasi Internasional yang berpusat di Tokyo, Jepang.  FEB UB mencatatkan diri sebagai yang pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi Internasional ini. (oci/eno)