Pengajaran Pancasila Harus Didesain Lagi

MALANG - Metode pemberian mata kuliah Pancasila harusnya mulai didesain lebih alami dan tidak kaku. Sehingga semangat untuk mengajarkan kembali Pancasila di seluruh jenjang pendidikan tinggi tidak dianggap sebagai pemberlakuan P4 seperti masa orde baru.
Hal ini diungkapkan dosen UM, Dr Mujianto saat menjadi pembicara dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar himpunan mahasiswa jurusan Administrasi Negara FISIP Unmer Malang di Gedung PPI kemarin.
“Kurikulum kita terlalu kaku dan standar, harusnya guru diberi kebebasan untuk mengajarkan Pacasila. Sebab Pancasila adalah sumber yang tidak akan habis digali,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik niatan pemerintah untuk mewajibkan kembali Pancasila agar diajarkan di perguruan tinggi. Empat mata kuliah yang diwajibkan adalah Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Agama.
Guru besar FISIP Unmer, Prof Dr H Budi Siswanto M.Si yang juga menjadi pembicara kemarin menuturkan seharusnya Pancasila diajarkan mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan program pendidikan karakter.
Sementara itu Dekan FISIP Unmer, Dr Kridhawati Sadhana menuturkan materi mata kuliah Pancasila di FISIP Unmer diajarkan menyatu dengan mata kuliah yang lain. Dan ada pula mata kuliah pendalaman Pancasila yang wajib diikuti oleh mahasiswa.
”Materi Pancasila sudah menyatu dengan mata kuliah lain dan memang tidak berdiri sendiri,” jelasnya. Pertimbangannya adalah jika mata kuliah Pancasila ditambahkan maka harus ada revisi kurikulum. Mengingat beban studi mahasiswa sudah sangat berat.
Ketua HMJ Administrasi Negara, Pionisius Minggu menuturkan sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini dilakukan sebab kurikulum Pancasila tidak ada di perguruan tinggi. Kalau pun ada materinya digabungkan dengan mata kuliah yang lain. ”Mata kuliah Pancasila ini menurut kami sangat penting sekali, supaya nilai-nilai luhur bangsa tetap terpelihara,” bebernya. (oci/eno)