Pamerkan Menu Pepes dan Botok

MALANG - International Association of Students in Agriculture and Related Sciences (IAAS) hari ini  menyelenggarakan kegiatan sosialisasi beasiswa luar negeri di Gedung Samanta Krida.  Menurut Direktur IAAS Local Commite UB, Rio Rizky,  ada beberapa  negara yang mengirimkan vendornya antara lain dari Perancis, China, Amerika Serikat, dan Jepang.
“Pameran ini memberikan wawasan  mengenai peluang beasiswa yang ada di negara-negara tersebut,” jelas Rio.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan beberapa vendor beasiswa seperti Nuffic NESO Belanda. Dalam paparannya, Team Coordinator Scholarship Nuffic Neso, Indy Hardono menuturkan kuliah di Belanda tidak perlu khawatir akan rindu dengan tanah air.
Sebab mahasiswa masih bisa menemukan masakan nusantara, mulai dari terasi, pepes, hingga botok.  ”Karena kedekatan sejarah antara Indonesia dengan Belanda, jika kalian mengambil kuliah di sana rasanya seperti  Home Away From Home atau meskipun jauh tapi seperti berada di rumah karena kalian bisa menemukan masakan Indonesia di Belanda,” ungkap Indy.
Ia juga mengatakan ada tiga tipe pendidikan yang ditawarkan di Belanda, yaitu pertama research university yang berfokus pada penelitian dan ilmu pengetahuan. “Tipe research university di Belanda hanya ada 14, seperti Utrecht University dan Leiden University,” katanya.
Tipe universitas kedua adalah University of applied science yang mempelajari ilmu-ilmu terapan, seperti seni dan perawat. Pada tipe universitas ini hanya ada program sarjana dan short course saja.
Tipe ketiga adalah institut for international education yang ditawarkan oleh mahasiswa international. Program studi yang ditawarkan pada tipe terakhir ini seperti water management.
Indy menambahkan pada saat mengambil kuliah di Belanda tidak perlu khawatir tidak bisa berbahasa Belanda karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Internasional atau Inggris.
“Pilihan untuk mengambil pendidikan di Belanda sangat tepat karena berdasarkan QS World University Ranking 2012, Universitas di Belanda berada di peringkat ke tiga setelah Inggris dan Amerika Serikat,” katanya.
Pemaparan dari Nuffic Neso tentang pendidikan di Belanda merupakan salah materi yang dipresentasikan dalam acara ISI yang diselenggarakan oleh  International Association of students in Agricultural and related Sciences Local Committee Brawijaya University (IAAS LC UB).
Selain Nuffic Neso, ada juga dari IFI Surabaya, Confucius Institute dari China, Japan Student Services Organization (JASSO), dan Erasmus Mundus.(oci/eno)