ABK Wajib Naik Kelas

MALANG - Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ada di sekolah reguler atau inklusi memiliki hak istimewa untuk selalu naik kelas. Meski ada banyak kendala yang dialami, sekolah idealnya tidak menghambat siswa untuk tetap bersama dengan komunitas yang dikenalnya.
Hal ini diungkapkan Koordinator Pusat Sumber Belajar Pendidikan Inklusif Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs Setya Adi Purwanta M.Pd di hadapan pengelola sekolah inklusi Kota Malang, kemarin. Menurutnya jika sampai ABK tidak naik kelas dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan belajarnya di sekolah.
“Tidak naik kelas dan kemudian terpisah dari komunitas yang sudah dikenal itu bagi ABK akan sangat menyakitkan. Jadi biarkanlah mereka tetap naik kelas,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut dia, naik kelas atau tidak itu bukan masalah bagi ABK. Sebab yang terpenting bagi mereka adalah sejauh mana materi bisa dituntaskan. Jika memang materi awal belum tuntas dan siswa harus tetap naik kelas maka materi bisa tetap diajarkan. Karena itu pula sekolah inklusi seharusnya memiliki standar ketuntasan minimal yang berbeda terhadap siswa yang reguler dan siswa ABK.
”Sekolah juga harus terbuka dengan orang tua, berapa nilai ketuntasan yang ideal untuk anaknya,” kata dia.
Seminar ini diikuti oleh 38 SD inklusi, satu TK inklusi, delapan SMP inklusi, satu SMK inklusi dan tiga SMK inklusi. Menurut Kepala Dikbud Kota Malang, Dra Sri Wahyuningtyas M.Si ke depan seluruh sekolah di Kota Malang tidak boleh menolak siswa ABK. Sebab Kota Malang sudah mendeklarasikan sebagai pendidikan inklusi. (oci/nda)