Mendikte Sama Dengan Membunuh Karakter

MALANG - Institusi pendidikan sebagai lembaga yang mencetak intelektual harus menerapkan proses dan sistem pendidikan yang tepat. Hal itu dikatakan Prof. Dr. Mariam Ait Mahmed dari Ibn Tufail University Morocco saat mengisi kuliah tamu di Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah (UMM) Sabtu (10/11) lalu. Selain Mariam, dalam kuliah tamu itu juga dihadiri Prof. Din Syamsuddin, Ketua Pengurus Muhammadiyah.
“Mendikte adalah membunuh karakter. Hal ini tidak boleh dilakukan pengajar kepada peserta didiknya,” ujar Mariam yang juga Ketua Jurusan Agama dan Peradaban di Ibn Tufail University Morocco. Menurutnya, ketika pengajar menerapkan metode dikte di dalam kelas, berarti ia tidak mengedepankan pikiran seseorang.
Dalam ajaran Islam, sambungnya, tidak diperkenankan seseorang memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Toleransi menjadi hal yang harus dikedepankan. “Sebagai umat yang memiliki ilmu, hendaknya saling berlomba-lomba mengembangkan teknologi,” ujar perempuan cantik ini.
Selain membahas konsep pendidikan, perempuan berjilbab ini juga membahas tentang hubungan sosial. “Orang yang tidak memiliki hubungan sosial seperti penganut sekuler, bahkan lebih parah dari sekuler,” ujarnya. Pernyataan perempuan yang tinggal di Kenitra Maroko ini kontan saja disambut tawa oleh peserta kuliah.
Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan harus disampaikan dengan sikap yang baik. Masyarakat tidak perlu berdemo dengan radikal jika ingin menyampaikan aspirasi. “Jangan sampai menyakiti orang lain, jika itu dilakukan sama saja orang beragama seperti orang sekuler,” bebernya.
Lebih jauh Mariam berharap, dengan adanya kuliah tamu ini akan mempererat hubungan Ibn Tufail University Morocco dan UMM dalam segala bidang. “Saya berharap dosen dan mahasiswa asal dua kampus ini bisa saling berinteraksi melalui kegiatan pembelajaran. Bisa melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa,” katanya.(nin/eno)