Pendidikan Karakter Bakal Miliki SOP

MALANG - SMAN 7 akan menjadi pilot project sekolah berkarakter. Untuk  mewujudkannya, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang sudah berkomitmen menggodok persiapannya.
“Langkah awalnya sudah kami lakukan dengan memiliki kantin sehat. Untuk selanjutnya, kami kan membuat Standart Operational Procedure (SOP),” ujar Asri Widiapsari, M.Pd Kepala SMAN 7. Dikatakannya, SOP akan menyentuh setiap aspek di sekolah. Misalnya bagaimana siswa diajak untuk membiasakan kedisiplinan dan memiliki sopan santun. Bukan hanya siswa yang akan dibina melalui pendidikan karakter, tetapi seluruh warga sekolah.
“Sebenarnya pendidikan karakter sudah terintegrasi di dalam setiap mata pelajaran, tetapi jika memiliki SOP akan lebih jelas,” tuturnya kepada Malang Post. Menurutnya, dengan pendidikan karakter secara sistemik akan lebih efektif karena diterapkan lebih menyeluruh.
“Pendidikan karakter dimulai dari kebiasaan sehari-hari, memang kelihatannya sepele tetapi justru menjadi dasar,” kata mantan kepala SDN Lesanpuro 4 ini. Ia berharap, sebagai lembaga pendidikan SMAN 7 mampu mencetak siswa-siswa yang memiliki karakter dan menjadi pemimpin. “Secepatnya akan kami wujudkan, tidak perlu menunggu tahun ajaran baru tetapi dalam waktu dekat. Apalagi siswa juga sudah menyatakan komitmennya,” beber Asri.
Terpisah, Kasi Pendidikan Menengah Dikbud Kota Malang, Budiono mengaku telah melakukan diskusi dengan SMAN 7 terkait dengan pilot project Dikbud Kota Malang bersama sekolah yang berlokasi di Jalan Cengger Ayam itu.
“Kami ingin setiap SMA dan SMK yang ada di Kota Malang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Jika SMA Tugu identik dengan akademik, SMAN 5 unggul Adiwiyata. SMAN 7 harus memiliki keunikan tersendiri, yakni sekolah berkarakter,” jelas Budiono.
Ia menambahkan, jika SMAN 7 menjadi sekolah yang benar-benar berkarakter nantinya kaan berimbas kepada sekolah lainnya. “Kami ingin SMAN 7 menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Jadi nantinya bukan hanya satu sekolah saja yang merasakan imbasnya, tetapi semua sekolah.
“Tahap awalnya kami akan mengundang motivator untuk memberikan motivasi sekaligus sosialisasi baik kepada siswa maupun guru SMAN 7. Selain itu juga mempersiapkan sistem dan SOPnya,” pungkasnya.(nin/eno)