Mahasiswa Teknologi Industri UM Siap Gelar MFM

MALANG - Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) siap menggelar lagi event tahunan Malang Fashion Moment (MFM) pada 17 November mendatang. Salah satu acara  yang digelar adalah Seminar Nasional Fashion Culinary and Beauty bertajuk Trend Vision for Creative Industry yang juga digelar pada Sabtu (17/11).
“Seminar trend fashion ini akan sangat sayang jika dilewatkan, karena itu kami mengajak siswa SMK, mahasiswa, pelaku usaha kecantikan dan juga para guru untuk datang ke acara ini,” ungkap dosen Teknologi Industri, Agus Sunandar kepada Malang Post.
Pembicara yang akan hadir dalam seminar ini adalah Prof Dr HA Mukhadis M.Pd, desainer kondang Chenny Han dan juga dua desainer Jakarta Fashion Week, Sofie dan Deden Siswanto. “Deden maupun Sofie tidak hanya seorang desainer tapi juga punya bisnis, mereka akan menularkan pengalaman tersebut kepada peserta seminar,” ujarnya.
Malang Fashion Moment (MFM) merupakan ajang rutin tahunan jurusan teknologi industri. Kalau biasanya panitia mengundang artis ibu kota, kali ini dipilih desainer handal yang memiliki nama besar. Diharapkan peserta bisa mendapatkan ilmu baru dari para pembicara yang hebat itu. Tak hanya itu peserta seminar juga berkesempatan menyaksikan pemecahan rekor MURI dan peragaan busana setelah gelaran seminar. Informasi pendaftaran seminar bisa didapatkan di sekretariat MFM 2012 Gedung G6 Lantai 1 Jalan Semarang 5 Malang.
Agus menambahkan MFM 2012 juga membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja yang ingin bergabung untuk memecahkan rekor MURI. Syaratnya berusia 6-24 tahun dan tubuh tinggi ideal. Peserta yang mengikuti peragaan busana MURI ini akan mendapatkan sertifikat menjadi peserta. Dan juga akan dipilih peserta dengan penampilan terbaik dengan hadiah blackberry serta uang tunai.
”Sampai saat ini sudah ada sekitar 700 model yang mendaftar, dan masih terbuka kesempatan ikut karena target kami adalah sebanyak seribu peserta,” tegasnya. MFM 2012 akan menjadi event spektakuler yang melibatkan seribu model dan akan dicatat dalam rekor MURI.(oci/eno)