ABM Dipercaya AusAID Gelar Workshop Penulisan Artikel

MALANG - 15 dosen STIE Malangkucecwara Malang (ABM) ditargetkan bisa menembus jurnal internasional. Karena itulah selama lima hari sejak Senin (12/11) lalu digelar workshop penulisan jurnal. Workshop ini didukung  Australian Agency for International Development (AusAID) melalui program Australia Awards.
Menurut Master Trainer Program, Nevi Danila PhD ada dua master trainer yang dihadirkan dalam workshop di ABM ini. Selain dirinya, juga hadir Dr Suyanto dari Ubaya.
”Workshop ini bertujuan untuk melatih dosen di ABM agar bisa menulis artikel di jurnal internasional,” ungkap Nevi.
Direktur Pascasarjana ABM itu menuturkan di Indonesia ada 15 orang master trainer yang dicetak oleh Australian Award. Semuanya adalah alumni program beasiswa dari pemerintah Australia. Setelah melalui proses pelatihan dari AUSAID, masing-masing trainer memiliki kewajiban untuk menularkan kepada institusinya.
”Sebelumnya saya juga membantu di Ubaya untuk kegiatan workshop di sana,” bebernya.
Pada kegiatan workshop tersebut setiap peserta diwajibkan membawa satu tulisan yang kemudian dibahas bersama-sama. Dan ditargetkan dalam enam bulan ke depan sudah ada yang bisa mengajukan artikelnya pada jurnal ilmiah. Menurut Nevi ada beberapa kelemahan yang biasa dialami penulis artikel ilmiah. Terutama pada penulisan argumentasi yang seharusnya dituliskan lebih awal dan lebih jelas, early and clearly.
Sementara itu Post Award Officer Australia Awards, Nuzulia Latifah menuturkan program ini digelar karena keprihatinan minimnya tulisan akademisi dari Indonesia di jurnal internasional. Karena itulah AusAID melatih alumni penerima beasiswa Australian Awards sebagai trainer of trainers dalam penulisan artikel ilmiah.
”Workshop di ABM ini adalah yang ke 11, dan masih ada 4 kegiatan lagi di sejumlah perguruan tinggi,” urainya. Sementara itu Ketua ABM, Bunyamin PhD mengungkapkan pelatihan ini sangat menguntungkan bagi ABM. Sebab akan meningkatkan kapasitas dosen dalam publikasi karya ilmiah.
”Sesuai visi misi ABM sebagai perguruan tinggi berwawasan global maka seluruh aktivitas pendidikan, pengajaran, pengabdian serta penelitian harus go global,” tegasnya.
Kepercayaan bagi ABM untuk menyelenggarakan workshop ini diharapkan bisa meningkatkan iklim akademik dalam membudayakan publikasi. ABM menyambut baik kegiatan ini sebagai komitmen institusi untuk pengembangan kapasitas dosennya. Apalagi di Jatim, workshop serupa hanya digelar di dua kampus yaitu ABM dan Ubaya.(oci/sir/eno)