Mahasiswa UM Kembali Tuntut Penjelasan

MALANG - Kamis (14/11) kemarin, Forum Mahasiswa Peduli Universitas Negeri Malang  (FMPUM) kembali berdemo untuk meminta kejelasan keterkaitan rektor UM dan beberapa pejabatnya terkait pengadaan beberapa fasilitas kampus. Sebelumnya Rabu (13/11) Mahasiswa UM juga berdemo, namun sayangnya dalam aksi yang kedua lagi-lagi belum bisa menemui Rektor UM.
Jika demo pada hari sebelumnya sedikit memanas karena megaphone dirampas, aksi kedua justru lebih ricuh. UM menyiagakan lebih banyak satpam dibandingkan demo hari pertama. Aksi dorong mendorong hingga pemukulan pun terjadi. Bahkan beberapa mahasiswa diseret petugas keamananan hendak dibawa masuk gedung rektorat. Kejadian tersebut membuat pejabat UM berhamburan keluar termasuk Pembantu Rektor III, Sucipto yang  berusaha menenangkan para demonstran.
Achmad Khawanto, Presiden Mahasiswa UM menyakinkan para petugas keamanan apabila rekan-rekannya tidak membuat kisruh. "Kita berdamai. Kita tidak ingin berkelahi dengan petugas keamanan," katanya. Ia menambahkan, FMPUM tetap melakukan aksi serupa jika belum bisa menemnui rektor secara langsung.
“Kami akan terus melakukan demo sampai ada penjelasan langsung dari rektor terkait dugaan suap yang juga melibatkan Angelina Sondakh,” katanya. Ia menyesalkan, bagaiamana sulitnya mahasiswa untuk bertemu dengan orang nomor I di UM tersebut.
“Sebagai seorang anak, kami merasa tidak dianggap oleh bapak kami, rektor,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi ini. Selain melakukan orasi, FMPUM meminta para pejabat kampus unruk menandatangani pernyataan anti-korupsi. Namun sayangnya upaya ini gagal dilakukan karena para pejabat kampus menolaknya.(nin/eno)