Pentas Perdana, Guru Dibantu Siswa

MALANG - Puluhan guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMK Kamis (14/11) lalu menggelar pementasan teater. Acara yang digelar dalam kegiatan bulan bahasa itu semakin meriah karena guru-guru tampil di atas panggung didampingi murid-muridnya.
Guru tampil sebagai pemeran utama dan siswa-siswanya hanya sebagai pengiring musik serta peran pembantu. Ada tiga kelompok yang mementaskan teater yang digelar di aula SMPN 4 Kota Malang itu. Selain menggunakan Bahasa Indonesia, pementasan kemarin juga menggunakan Bahasa Jawa.
“Awalnya teman-teman guru ini bingung dengan naskah yang akan dipentaskan. Tetapi akhirnya memilih naskah asli yang diadaptasi menjadi cerita yang ringan, mudah dipahami, lucu, dan menghibur,” ujar Anggyo Bigmantoro Ketua MGMP Seni Budaya SMK Kota Malang.
Selain mengedepankan cerita yang mudah dipahami, pementasan kemarin juga sarat akan dolanan atau permainan anak tradisional yang mulai ditinggalkan saat ini.
“Kami kenalkan kembali permainan-permainan tradisional yang saat ini anak-anak tidak banyak yang tahu. Kami khawatir jika tidak dikenalkan kembali permainan tradisional akan semakin dilupakan,” ujarnya kepada Malang Post.
MGMP Seni Budaya SMK baru saja terbentuk Agustus lalu, pementasan kemarin adalah pementasan perdana. “Kalau biasanya yang bermain teater adalah siswa, kami ingin guru juga tidak mau kalah. Mereka sangat antusias,” kata guru SMKN 6 Malang ini.
Dikatakannya, saat ini pengembangan seni dan budaya di sekolah masih kurang. Sehingga perlu diadakannya kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat terhadap seni dan budaya. “Perlu ada kegiatan seperti ini untuk meningkatkan kreativitas guru maupun siswa dalam melestarikan seni dan budaya. Terutama seni dan budaya asli Indonesia,” pungkasnya.(nin/eno)