Jalur Mandiri Kemungkinan Dihapus

MALANG - Jalur mandiri yang biasanya dibuka di perguruan tinggi kemungkinan tidak akan dibuka lagi pada seleksi 2013 mendatang. Hal itu disebabkan adanya kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) yang menyamakan besaran uang masuk bagi mahasiswa baru semua jalur.
”Karena semua jalur menggunakan standar biaya yang sama maka ada kemungkinan jalur mandiri tidak akan dibuka lagi, kemungkinan ini mulai dipikirkan oleh PTN,” ungkap Pembantu Rektor 1 UM, Prof Dr Hendyat Soetopo kepada Malang Post.
Hendyat beberapa waktu lalu baru saja mengikuti pertemuan membahas persiapan seleksi mahasiswa baru (Maba) 2013. Ada tiga lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang diundang menghadiri acara tersebut. Beberapa hal yang dibahas diantaranya adalah jalur masuk PTN dibagi menjadi tiga yaitu SNMPTN dengan kuota 50 persen, seleksi bersama masuk PTN (SBM PTN) dengan kuota 30 persen dan mandiri 20 persen. Pada jalur mandiri yang hanya 20 persen ini lah ada wacana untuk menghapusnya.
Kuota 50 persen SNMPTN lanjutnya adalah jalur prestasi akademik yang sebelumnya dinamakan penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Kuota jalur ini diperbesar dan akses masuknya pun diperluas. Rencananya semua siswa dari semua sekolah bebas mendaftar di jalur ini. Bahkan tidak ada batasan mengenai status akreditasi sekolah asal siswa.
”Masih akan dibahas lebih jauh mengenai status akreditasi ini,” bebernya.
Pada jalur undangan atau PMDK ini sebelumnya seleksi dilaksanakan berdasarkan nilai rapor saja. Ada peluang untuk mengintegrasikan nilai UN dengan nilai rapor siswa. Karena itu ditjen pendidikan tinggi dan majelis rektor PTN masih akan menggodok peraturan baru tersebut.
”Kalau memang hal ini diterapkan maka sekolah mendapatkan tanggung jawab besar untuk melaksanakan UN dengan jujur,” tegasnya.
Sementara SBM PTN adalah tes SNMPTN jalur tulis. Porsinya hanya 30 persen saja. Karena porsi mandiri hanya 20 persen saja maka tidak menutup kemungkinan UM akan menggabungkan penerimaan jalur mandiri pada jalur tulis. Sehingga kuota jalur tulis menjadi 50 persen.
”Daripada repot membuka pendaftaran jalur mandiri akan lebih efektif kalau dimaksimalkan pada jalur tulis saja,” pungkasnya. (oci/eno)