Rektor UM Gelar Dialog dengan Mahasiswa

MALANG -  Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof. DR. Suparno akhirnya menggelar dialog dengan para Ketua organisasi kemahasiswaan UM kemarin. Dialog ini dilakukan setelah sebelumnya sejumlah mahasiswa menggelar demo terkait kasus hukum yang melibatkan sejumlah karyawan UM karena keterlibatan dengan proyek Nazarudin, tersangka kasus beberapa kasus korupsi proyek pemerintah.
Menurut Kabag Kerjasama dan Humas UM, Dra Hj Fatmawati, Suparno dan segenap jajaran unsur pimpinan menggelar dialog interaktif dengan para ketua organisasi kemahasiswaan UM.
“Dalam acara tersebut mereka saling berdialog interaktif sambil bersantai dalam acara kopi pagi,” ungkap Fatmawati dalam rilis resmi yang dikirimkan oleh Humas UM kemarin.
Menurut Fatmawati pada pertemuan tersebut Suparno juga memberikan nomor telpon pribadinya kepada mahasiswa. Dengan harapan agar apabila ada keperluan, keluhan, ataupun pertanyaan bisa dijawab dan diluruskan langsung oleh Rektor. Sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi mengenai simpang siur informasi yang berkembang.
“Dari awal rektor ingin berdialog dengan mahasiswa, hanya saja ada tugas lain maka baru dapat dilaksanakan,” bebernya. Rektor menyampaikan perkembangan-perkembangan terbaru terkait dengan hal-hal yang menjadi bagian akuntabilitas manajemen kelembagaan. Rektor juga menegaskan bahwa dialog ini adalah komunikasi antara orang tua dan anak, yang betul-betul hakiki.
Rektor juga menjelaskan, manajemen kelembagaaan ini tidak terlepas dari kaitan dengan institusi lain, termasuk UM secara vertikal dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satunya kebijakan kementerian mengenai uang kuliah tunggal yang tidak bisa independen yang menjadi bagian yang disetujui oleh Kemendikbud, termasuk program-program lainnya.
Selain itu, Rektor juga menjelaskan secara terbuka perkembangan terkini UM termasuk isu-isu tidak benar yang beredar selama ini. Salah satu perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa telah terjadi miskomunikasi antara pimpinan universitas dengan pimpinan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi kebuntuan tersebut. Setelah dialog, suasana penuh keakraban terjadi antara pimpinan mahasiswa dan pimpinan universitas.
Dialog interaktif ini kata Fatmawati diharapkan mampu menampung aspirasi dan memberikan gambaran terhadap mahasiswa tentang kondisi UM saat ini, serta meluruskan kesimpangsiuran berita negatif mengenai lembaga. Rencananya kegiatan dialog ini akan dijadikan agenda rutin setiap tiga bulan sekali.(oci/*/eno)