Kemendikbud Siapkan Sistem Soal baru

MALANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal melakukan perubahan pada Ujian Nasional (UN) 2013 mendatang. Tahun depan, Kemendikbud akan menyiapkan 20 jenis soal yang berbeda. Hal itu dikatakan Dr. A. Hanief Saha Ghafur Staf Ahli Kemendikbud Bidang Sistem Evaluasi dan Penjaminan Mutu saat berkunjung ke Malang kemarin.
“Pemerintah berencana menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) Tahun 2013 dengan melakukan sejumlah perubahan, termasuk di antaranya dengan menambah variasi soal,” ujarnya. Variasi soal tahun ini hanya ada lima macam, itupun banyak mengundang kecurangan dari sejumlah oknum.
“Ini merupakan upaya antisipasi kecurangan-kecurangan yang bisa saja terjadi dalam penyelenggaraan UN,” kata dosen Universitas Indonesia (UI) ini.  Oknum tersebut bisa saja dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) di daerah, guru, maupun siswa itu sendiri.
Tahun 2012 proporsi kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasinya untuk tahun 2013 nanti kemungkinannya menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar.
”Pertimbangan perubahan ini tentunya dari hasil evaluasi UN tahun-tahun sebelumnya,” katanya. Ia menambahkan, dengan jenis soal yang beragam akan membuat proses UN nanti berjalan jujur dan apa adanya. Sementara itu di Kota Malang data siswa peserta Ujian Nasional 2013 masih belum final. Hal ini dikatakan Zubaidah, sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang. “Sampai saat ini datanya masih belum final, masih akan ada perubahan jumlahnya,” ujarnya.
Zubaidah merinci akan ada 12.192 peserta UN SMP, 6.429 peserta UN SMA dan 9.248 peserta UN SMK. “Jumlah tersebut masih akan berubah lagi. Paling tidak dua bulan sebelum UN sudah final datanya,” kata perempuan ramah ini.
Untuk mempersiapkan UN yang akan digelar Mei nanti, Dikbud Kota Malang sudah melakukan persiapan. “Sejak beberapa waktu lalu kami sudah menggelar try out SMP. Untuk jenjang yang lain akan menyusul,” katanya.
Try out tersebut digelar serentak di seluruh SMP di Kota Malang dan akan digelar hingga hari ini. “Materinya belum mengacu ke UN secara keseluruhan. Try out kali ini untuk pencapaian kurikulum. Sekitar 85 persen materi masuk try out kali ini,” katanya. Dikatakannya, try out kali ini digelar untuk pemataan sejauh mana pencapaian materi di kurikulum.
Untuk try out UN, Dikbud Kota Malang telah menyiapkan tiga kali try out. Tidak menutup kemungkinan sekolah maupun musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) untuk menggelar try out sendiri di luar jadwal dari Dikbud Kota Malang.
“Untuk UN natinya akan dipersiapkan lagi. Kami juga mengelompokkan siswa yang kemampuan tinggi dan rendah agar mendapat pembinaan secara intensif untuk mencapai hasil UN yang maksimal,” pungkasnya.(nin/eno)