Pengetahuan Finansial masih Rendah

MALANG - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadah mengungkapkan pengetahuan finansial masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Karena itu perlu pembelajaran yang lebih intensif kepada masyarakat.
Hal ini diungkapkan Muliaman ketika menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Penataan Sektor Keuangan di Indonesia Setelah Terbentuknya OJK” di Universitas Brawijaya (UB) kemarin.
”Tingkat melek finansial yang tinggi akan mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan modal atau kredit,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang berbagai aspek terkait finansial tersebut, katanya, salah satunya melalui edukasi keuangan. Dengan adanya edukasi tentang hal-hal yang bersentuhan dengan keuangan dan masyarakat memahaminya, maka posisi tawar masyarakat atau nasabah akan semakin tinggi.
Yang sering menjadi keluhan masyarakat menurutnya adalah tertutupnya akses lembaga keuangan untuk mengucurkan dana karena yang bersangkutan tidak memiliki agunan (jaminan), jarak tempuh yang cukup jauh serta tidak fisibel.
Dengan berbagai jalur, lanjutnya, diupayakan masyarakat Indonesia secara bertahap harus paham akan seluk beluk lembaga keuangan . Termasuk tugas OJK juga harus melakukan pengawasan agar lembaga keuangan tidak semena-mena terhadap nasabah. "Dengan disahkannya Undang-undang OJK ini mudah-mudahan ada pengaturan yang lebih terintegrasi terkait lembaga keuangan,” ujarnya.
Dukungan infrastruktur yang baik diperlukan agar industri keuangan bisa berjalan dengan baik. Reformasi keuangan sekarang ini memang sedang menjadi perhatian serius.
”Jangan sampai industri keuangan kita menjadi episentrum yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi," katanya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah sebuah lembaga yang dibentuk pada tahun 2011 dengan berlandaskan UU No.21. Dengan dipimpin oleh Dewan Komisioner, OJK saat ini tengah mempersiapkan pranata untuk menyambut bergabungnya Pengawasan Lembaga Keuangan Non-Bank dan Pasar Modal yang sebelumnya berada di bawah Bapepam-LK Kementrian Keuangan. Visi OJK adalah menjadi lembaga pengawas industry jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta memajukan kesejahteraan umum. (oci/eno)