Sulap Tulang Ikan Jadi Kecap

MALANG – Produk kecap kini tak lagi bergantung pada kedelai saja. Dosen ITN Malang terus berinovasi membuat bahan dasar kecap non kedelai. Setelah sebelumnya memformulasi kecap dari bahan jamur tiram, kini kecap dibuat dari bahan tulang ikan tongkol.
Dosen Teknologi Bahan Pangan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri ITN Malang, Siswi Astuti kini tekun mendalami penelitian itu. Bahkan penelitiannya akan ditularkan kepada penduduk di kawasan pesisir Rembang. ”karena sudah ada permintaan dari Rembang untuk memberikan pelatihan di sana,” ungkap Siswi.
Kecap dengan bahan tulang ikan ini memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan kecap yang sudah dijual di pasaran. Jika memanfaatkan duri dan kepalanya, kadar proteinnya sebesar 16 persen. Namun jika dicampur dengan sedikit saja daging ikan tongkol maka proteinnya bisa mencapai 30 persen lebih tinggi dari yang beredar di pasaran.
”Kami menghitung protein ini di lab teknologi bahan makanan di luar kampus, supaya hasilnya bisa lebih fair,” kata dia. Kecap ini bahkan sudah dipasarkan oleh mahasiswa Teknik Kimia dalam program kewirausahaan. Sebelumnya mahasiswa juga sudah mengujicobakan kepada masyarakat sekitar Malang mengenai kualitas rasanya.  
“Melalui penelitian ini mahasiswa bisa mengembangkannya menjadi kegiatan wirausaha,” ungkap Siswi. Sebelumnya kecap berbahan jamur tiram juga sudah dibuat. Hanya saja bahan jamur ini dianggap masih sulit dicari mengingat tingkat pengolahan jamur sangat bervariasi. Berbeda dengan limbah ikan yang biasanya tidak dimanfaatkan sama sekali.
Siswi sebelumnya juga mengajarkan pembuatan permen jelly dari bahan dasar wortel. Produk ini pun sudah bisa dibuat sendiri oleh mahasiswa dan dikembangkan di kampung halaman mereka. (oci/eno)