Cegah Difteri, Undang Dokter ke Sekolah

MALANG - Wabah penyakit difteri menjadi perhatian khusus SDN Percobaan 1 Malang. Demi menambah wawasan dan upaya pencegahan, sekolah menyosialisasikan bahaya difteri kepada semua wali murid, kemarin (22/11/2012).
Pada kesempatan itu, pihak sekolah bekerjasama dengan dr. M Farid dari Puskesmas Dinoyo Malang. Dalam paparan materinya, dr.M. Farid menjelaskan seluk-beluk penyakit yang membahayakan ini. ”Difteri adalah penyakit infeksi mendadak pada saluran pernafasan bagian atas. Biasanya penyakit ini paling rentan menyerang anak usia SD, antara usia 6-7 tahun," katanya. Ia manambahkan, infeksi ini disebabkan oleh kuman corynebacterium diphteriae (bakteri gram positif).
Penularan penyakit difteri ini sangat mudah. Bisa melalui kontak udara (batuk), bisa juga melalui benda atau makanan yang terkontaminasi. "Yang paling penting adalah bagaimana pencegahan difteri. Karena masa perkembangan kuman difteri sangat cepat 2-7 hari. Apalagi setiap harinya anak-anak tidak terlepas dari kuman saat beraktivitas," jelasnya.
Untuk mencegah penyakit ini, sebaiknya dilakukan pemberian vaksin pada bayi berusia 0-1 tahun. Vaksin difteri diberikan  tiga kali ketika anak usia dua bulan dengan selang waktu antar suntikan satu bulan. "Pemberian vaksin itu diualngi lagi setelah anak berumur 6-7 tahun melalui program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah ) di sekolah dasar," ungkapnya.
Menurut Kepala SDN Percobaan 1, Mutini, S.Pd pihaknya berinisiatif memberikan penyuluhan karena khawatir dengan wabah yang menyerang usia anak-anak. Karena penyakit ini cukup mudah menular. “Kami ingin memberikan wawasan kepada walimurid. Karena selama ini banyak yang merasa was-was jika anaknya terjangkit penyakit ini,” ujarnya kepada Malang Post.
Dikatakannya dengan menggelar penyuluhan ini, diharapkan semua walimurid SDN Percobaan 1 dapat mengambil tindakan antisipasi. Selain memberikan penyuluhan, sekolah juga juga memberikan vaksin difteri dan melakukan uji laboratorium seluruh siswa.(nin/eno)