Masih Rawan Konflik Antar Suku

MALANG - Konflik antar suku ternyata masih rawan terjadi di Kota Malang. Sebab mahasiswa dari berbagai daerah banyak yang menempuh studi di perguruan tinggi yang ada di Malang. Hal ini terungkap dalam pertemuan pimpinan daerah se Malang raya yang digelar di Universitas Islam (Unisma) Malang kemarin.
”Kota Malang ini punya banyak pendatang, sehingga konflik sering terjadi,” ujar Waka Polres Malang Kota, Irfan saat acara diskusi di Unisma kemarin. Tak terkecuali lanjutnya di sejumlah kampus juga sering terjadi konflik. Bahkan beberapa hari terakhir ini juga mencuat konflik yang sudah mengarah pada konflik antar suku. Karena itu ia berharap mulai dicari solusi agar konflik ini tak lagi terulang di wilayah Malang Raya khususnya wilayah hukum Polres Malang Kota.
”Perlu ada terobosan misalnya dengan melibatkan tokoh panutan yang bisa membina kelompoknya,” jelasnya.
Isu konflik adalah salah satu dari bahasan yang menghangat dalam pertemuan di Aula Oesman Mansur Unisma. Hadir dalam acara ramah tamah tersebut Wawali Kota Malang, Bambang Priyo Utomo, pimpinan rektorat, TNI/Polri dan pimpinan perbankan serta BUMN.
Menurut Pembantu Rektor 3 Unisma, Dr Masykuri Bakri, pertemuan ini adalah agenda rutin dua bulanan. Dan setiap kali ada isu-isu yang dibahas untuk dicarikan solusi pemecahannya. Sementara Unisma kemarin menampilkan program unggulan dalam rangka pengabdian masyarakat adalah KKN berbasis masjid. Kegiatan pengabdian mahasiswa ini sudah satu tahun dilaksanakan dan menyentuh 20 masjid di Malang Raya.
”Melalui pertemuan ini kami sekaligus mengenalkan keunggulan program kami dan berharap disambut oleh para pimpinan di Malang raya ini,” ujarnya.(oci/eno)