Prodi EM FK UB Sulit Raih Akreditasi

MALANG - Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mengembangkan program studi Ilmu Kedokteran Emergensi (IKE) atau lebih dikenal dengan Emergency Medicine (EM). Prodi ini diklaim sebagai  yang pertama di Indonesia.
Menurut Staf Pengajar Prodi EM FKUB, dr. Yuddy Imowanto, Sp. EM prodi EM terbentuk karena melihat keprihatinan terhadap mutu pelayanan
IGD di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia. Selama ini sistem pelayanan pasien kritis di IGD Rumah Sakit itu hanya berfokus pada pasien yang mengalami trauma saja. ”Kami berpikir untuk membentuk dan mengembangkan suatu departemen yang lebih baik dan dapat merawat semua pasien bukan hanya pasien trauma saja,” kata dr. Yuddy.
Hanya saja meskipun sudah menjadi mitra pemerintah (Kemenkes dan Badan Penanggulangan Bencana), prodi tersebut hingga saat ini belum bisa meraih  akreditasi. Penyebabnya prodi ini terhambat untuk mendapatkan restu dari Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI).
”Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia hingga saat ini masih belum dapat
mengakui karena menganggap bahwa prodi EM menjadi saingan program spesialis yang lain dan dikatakan kompetensi yang kami miliki masih banyak yang bersinggungan dengan spesialis lain,” katanya.
dr. Yuddy juga mengatakan bahwa pengakuan secara nasional belum didapat
karena prodi tersebut masih disangsikan apakah benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Ia mengakui salah satu syarat untuk berkembangnya pendidikan cabang spesialis kedokteran di Indonesia harus mendapat persetujuaan dari MKKI.
Lebih jauh Yuddy menuturkan alasan lain dibangunnya prodi EM adalah keinginan untuk mendidik para lulusan dokter spesialis baru  (yang mendapat sebutan SpEM=Spesialis Emergency Medicine) agar mempunyai bekal kemampuan dalam manajemen IGD. (oci/eno)