Prihatin Lagu Dewasa Dinyanyikan Anak-Anak

MALANG - Tak bisa dipungkiri, saat ini lagu anak-anak jarang diperdengarkan khususnya di media televisi. Tak heran jika sekarang banyak anak yang tidak mengetahui lagu khusus anak-anak. Lagu-lagu ciptaan pengarang lagu legendaris seperti AT Mahmud, Ibu Sud, dan Pak Kasur tidak lagi familiar di telinga anak. Mereka lebih sering menyanyikan lagu dewasa daripada lagu yang sesuai dengan usianya.
Sebagai wujud keprihatinan terhadap minimnya ruang media lagu anak-anak, kemarin (23/11) TK Cor Jesu menggelar Lomba Ceria Anak Indonesia. Lomba yang diikuti ratusan siswa playgroup dan TK ini berlangsung meriah. Ada dua kategori yang dilombakan yakni lomba menyanyi bersama dan lomba menyanyi solo.
Peserta lomba menyanyi kelompok menyanyikan dua lagu, satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang dinyanyikan kemarin adalh Merah Putih. Sedangkan lagu pilihannya adalah Naik Kereta Api, Naik Delman, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Soleram, dan Cublak-Cublak Suweng.
Lagu yang dinyanyikan peserta menyanyi solo adalah Balonku, Satu-satu Aku Sayang Ibu, Lihat Kebunku, Pelangi-Pelangi, Gundul Pacul, dan Kasih Ibu. Dengan gaya khasnya, anak-anak usia dini ini mengekspresikan gayanya masing-masing. Ada yang malu-malu, ada pula yang percaya diri. Bahkan ada pula yang menangis karena ingin didampingi orangtua.
Diiringi musik keyboard dan gitar akustik, peserta sangat antusias tampil di atas panggung. Selain lomba menyanyi lagu-lagu anak legendaris, kemarin TK Cor Jesu juga menggelar lomba baby dance dan lomba fashion baju tidur.
“Kami menggelar lomba ini karena prihatin dengan kondisi anak saat ini. Di televisi jarang sekali ditampilkan lagu anak-anak. Jika hal ini terus dibiarkan, anak-anak akan lebih suka menyanyikan lagu orang dewasa,” ujar Susan Harini Ketua Panitia. Dikatakannya, kegiatan ini sebagai momen bagi orangtua untuk mengingatkan dan mengenalkan lagu anak.
Sementara itu, Kepala TK Cor Jesu Cisilia Maria Dwi Yuanita, S. Pd mengapresiasi kreativitas peserta lomba. “Penampilan peserta bagus-bagus. Ajang ini juga sebagai media untuk menjaring bakat-bakat anak usia dini dalam bidang non-akademik,” katanya. (nin/eno)