Industri Kreatif Dongkrak Ekonomi Indonesia

MALANG- Industri kreatif saat ini mampu mendongkrak perekonomian Indonesia. Perlahan tapi pasti, industri ini mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai bidang yang menarik untuk digeluti.

Industri kreatif yang banyak dirintis oleh pengusaha muda menjadi inspirasi bagi Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (UB). Sabtu (24/11) menggelar Seminar Sasional Industri Kreatif. Seminar yang menghadirkan pengusaha-pengusaha muda kreatif ini digelar di Gedung Sainta FMIPA UB.

Beberapa pengusaha muda dihadirkan dalam seminar tersebut yakni Ardantya Syahreza CEO PT Marketing Komunikasi Indonesia, Erik Hidayat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bidang indutri kreatif nasional, Jiewa Kusumo blogger injie.com dan food photographer, serta Amir Alkatiri dari Mixth EO.

Dalam paparan materinya, Erik Hidayat menjelaskan mengenai ekonomi makro Indonesia yang makin kondusif. ”Peringkat investment grade menjadi salah satu negara tujuan investasi, jumlah menduduk Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar,” ujarnya.

Diberlakukannya pasar global saat ini mendorong semua semua sektor untuk bisa bersaing untuk bisa bertahan di dunia global. Kontribusi industri kreatif di Indonesia cukup menyumbang PDB sebanyak 7,7 persen dari target pemerintah sebesar 7, 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa peran industri kreatif cukup besar.

Sementara itu, Jiewa Kusuma menjelaskan bahwa industri keratif bisa berasal dari yang sederhana. ”Awalnya saya tidak sengaja terjun di bidang food photography. Tetapi karena waktu itu bidang ini belum banyak yang menggeluti, saya coba ambil kesempatan itu,” katanya.

”Seminar ini untuk memotivasi mahasiswa agar bisa kreatif dan menciptakan industri sendiri,” kata M. Fadhly Azhmi Ketua Panitia. Dikatakannya, industri kreatif tidak bisa dipandang sebelah mata.
”Banyak indutri kretaif yang dimiliki oleh anak muda. Seperti industri clothing dan kuliner yang berpusat di Bandung. Kami ingin Malang juga bisa seperti itu,” katanpungkasnya kepada Malang Post. (nin)