LPK Juwita Gelar Uji Kompetensi Tata Rambut dan Kecantikan

MALANG- Bukan hanya lembaga pendidikan formal saja yang menggelar ujian kompetensi. Lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK) juga menggelar ujian serupa. Seperti yang digelar LPK Juwita kemarin (26/11), satu-satunya LPK di Kota Malang yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi tempat uji kompetensi (TUK) bidang tata rambut dan kecantikan.
Tak berbeda dengan uji kompetensi di SMK, para peserta uji kompetensi kemarin juga mengikuti tes tulis maupun tes praktik. Untuk tes praktik, peserta diuji oleh penilai dari daerah dan dari pusat. “Untuk mendapat sertifikat, peserta harus lolos dua tahapan yakni tulis dan praktik,” ujar Nunuk Sri W, penguji dari Kemendikbud pusat.
Dikatakannya, jika peserta tidak lolos pada salah satu tahapan ini harus mengulang pada ujian berikutnya dengan mengikuti ujian yang tidak lulus. “Kalau dulu namanya ujian negara, sekarang diganti uji kempetensi ini. Sertifikat yang mengeluarkan dari Kemendikbud pusat,” katanya kepada Malang Post.
Ujian kemarin merupakan ujian tahap 2 atau tingkat dasar. Praktik yang diujikan adalah mencuci rambut, perawatan, pengeringan, dan membuat sanggul hairpiece. Peserta tampak antusias mengikuti ujian ini. Tak tampak raut wajah tegang di antara para peserta. Untuk bisa lolos, minimal nilai yang diperoleh adalah 80.
“Ujian ini sesuai dengan kurikulum dari pusat. Ujian ini digelar agar semua peserta memiliki kompetensi sesuai dengan standar Kemendikbud. Karena selama ini banyak yang menyelenggarakan kursus tapi tidak sesuai standar,” bebernya.
LPK merupakan lembaga binaan Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Ujian kompetensi terbagi menjadi tiga level yakni level 2 atau level dasar, tingkat 3 atau terampil, dan level 4 atau level mahir.
“Kami berharap dengan adanya uji kompetensi ini, peserta sudah benar-benar siap mandiri dengan memenuhi standar-standar kurikulum,” ujar Anny Susanti Owner LPK Juwita. Ia menambahkan, Kemendikbud telah memberikan beasiswa untuk bisa mengikuti kursus tata rambut dan kecantikan.
“Banyak peserta yang berasal dari kalangan kurang mampu tetapi ingin kursus. Untuk bisa mendapatkan beasiswa, harus melengkapi persyaratan administrasi seperti surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Syaratnya cukup mudah. Kami berharap beasiswa ini dapat membantu perekekonomian melalui wirausaha,” pungkasnya.(nin/sir/eno)