Siswa MAN 3 Gelar Hypnohealthy

MALANG - Sabtu (24/11) lalu, guru MAN 3 Malang melakukan kegiatan hypnohealthy terhadap beberapa siswanya untuk membentuk generasi cerdas yang peduli lingkungan. Hypnohealthy merupakan salah satu upaya dalam mengefektifkan program Akhlak Bersih - Akhlak sehat (Aksi-Akat) yang telah direalisasikan sejak awal semester lalu.
Aksi akat merupakan program yang dicanangkan berkat kepedulian warga MAN 3 Malang yang peduli terhadap kondisi lingkungan saat ini yang sangat memprihatinkan. Sedangkan hypnohealthy adalah upaya melakukan sugesti kedalam alam bawah sadar siswa tentang pembiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan secara spontanitas dalam kehidupan sehari-hari.  
Hal itu dijelaskan tim pembina program hypnohealthy Dewi Ariyani Wulandari,S.Pd kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, hypnohealthy merupakan langkah akhir dalam menyukseskan program aksi-akat setelah beberapa upaya lain dilakukan dinilai kurang efektif.  Ia menegaskan apa yang dilakukan pihaknya ini bukanlah aksi menghipnotis namun sebuah upaya merefresh daya imaginasi siswa. “Merefresh kembali dan merelaksasikan cara berfikir mereka supaya sadar bahwa bersih itu indah, sehat itu wajib,” ujarnya meyakinkan.
Dalam kegiatan hypnohealthy kemarin diikuti beberapa siswa yang merupakan perwakilan dari setiap kelas. Setiap kelas mendelegasikan sembilan orang dengan harapan masing-masing menjadi pioner pada setiap program yang ada. Pasalnya dalam Aksi Akat terdapat sembilan budaya yang menjadi tradisi dalam keseharian civitas MAN 3 Malang.
Sembilan budaya itu antara lain re-use food countainer, re-use hand bag, lihat-pungut-bawa-buang, kelas bersih, bakti kampus, sehat jasmani, bebas zat aditif, check up kesehatan dan sehat mental. Dra.Wahyuni Ekawati yang juga tutor dalam hal ini mengatakan sugesti yang diberikan kepada siswa diupayakan mampu menyadarkan mereka untuk cinta lingkungan, agar dapat hidup sehat dengan perilaku yang mulia.  
Aksi-Akat diharapkan tumbuh dalam diri setiap siswa MAN 3 Malang untuk tetap peduli terhadap lingkungan yang nyaman dan bersih. Program ini dijelaskan Yuni merupakan rencana jangka pajang setiap siswa untuk dapat menyelamatkan dunia dari kerusakan yang dimulai dari hal terkecil yakni lingkungan madrasah. “Hal ini perlu kita sampaikan pada anak-anak dengan berbicara dari hati-ke hati dengan mereka,” jelas yuni.
Ia menambahkan pada awal pembinaan, siswa-siswi diputarkan film tentang isu-isu global yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini. Dengan film ini akhirnya mereka terpanggil untuk menyelamatkan alam yang kondisinya semakin memprihatinkan. Maka melalui media ini mereka diarahkan kepada sembilan budaya Aksi-Akat agar mereka dapat memulai dari hal terkecil untuk manfaat yang lebih besar nantinya.
”Kita tak akan pernah menyerah, dengan segala cara kita terus akan upayakan suksesnya program ini demi hasil dari sebuah pendidikan yang baik dan bermanfaat untuk semua,” pungkas Yuni.(imm/sir/eno)