Hijrah Sarat Makna Pendidikan

MALANG - Dalam rangka memeriahkan Gebyar Muharram 1434 H, Kantor Kementrian Agama Kota Malang menggelar seminar pendidikan nasional di aula MAN 3 Malang, kemarin. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahun baru muharram yang sebelumnya dimeriahkan dengan pawai muharram oleh 250 kafilah dengan 13.000 peserta.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor kementrian Agama Kota Malang, Dr.H.Rohmat MS, MM mengatakan, tahun baru hijriyah haruslah dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Hal itu dilakukan untuk membangkitkan semangat keislaman yang diaktualisasikan ke berbagai kegiatan sehingga tumbuh kecintaan terhadap Islam. Menurutnya dalam peristiwa hijrah Nabi sarat akan nilai-nilai aktual untuk diimplementasikan dalam proses pendidikan. ”Dengan demikian maka kita tidak akan kalah dengan tahun baru masehi atau tahun baru yang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, di sisi lain hikmah yang dapat diambil oleh umat islam dari kegiatan hijriyah adalah pelajaran dari nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan Nabi saat melakukan hijrah ke Madinah.
Dalam acara seminar yang mengangkat tema Implementasi Nilai-nilai Hijriyah Dalam Dunia Pendidikan Madrasah/Sekolah  kemarin juga dihadiri dua Guru Besar sebagai nara sumber. Yakni Prof.Dr.H.Imam Suorayogo,MA Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dan Prof.Dr.H.Mujamil Qomar, praktisi Pendidikan. Selain itu juga hadir sebagai nara sumber Kasubid Kesiswaan Kementrian Agama pusat, Dr.Sastra Juanda.
Dalam kesempatan itu Imam Suprayogo mengatakan, pendidikan Islam harus bersifat universal yang tidak hanya memberikan pendidikan agama saja. ”Artinya seorang muslim memandang Islam tidak hanya agama semata, namun memiliki perspektif yang lebih luas dengan pemaknaan agama yag sebenarnya,” tegasnya.
Konsep ini, sambung Imama, hanya bisa diaktualisasikan dengan pendidikan islam yang baik dan berkualitas. Ia menegaskan pendidikan umum yang diajarkan seharusnya dapat diintegrasikan pada nilai-nilai keagamaan demi terwujudnya sosok muslim yang ulul albab. “Pendidikan yang ideal dengan konsep pendidikan yang terintegrasi dengan keislaman akan melahirkan orang-orang yang ideal,” jelasnya.  
Prian kelahiran Trenggalek ini juga menuturkan bahwa Islam membawa lima misi besar yang sering tidak diperhatikan oleh orang muslim sendiri. Yakni Rasul diutus agar umat manusia kaya ilmu, menjadikan manusia berkualitas, memilki jiwa sosial tinggi dengan sifat amanah,  melaksanakan ritualitas dan amal saleh.  
Sementara itu, sebagai praktisi pendidikan Mujamil Qomar mengatakan terdapat tiga kunci sukses pendidikan Islam. Antara lain epistimologi Islam, manajemen Islam, dan kesadaran pendidikan setiap umat muslim dalam sebuah lembaga pendidikan. “Konsep itu nyata, dan memang harus diimplemntasikan ke dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Sedangkan Dr.Sastra Juanda menyampaikan, berhasilnya sebuah proses pendidikan karena adanya upaya yang dilakukan setiap orang yang merasa bertanggung jawab terhadap pendidikan Islam.  Upaya itu antara lain penguatan tatanan lembaga pendidikan oleh seluruh pihak dan pengembangan softskill oleh praktisi pendidikan untuk ketahanan mental dan kepribadian muslim dalam lembaga pendidikan. Seminar yang digelar kemarin dihadiri 590 peserta yang terdiri dari guru-guru RA/BA, MI, MTs, MA dan GPAI SD-SMP-SMA se Kota Malang baik negeri maupun swasta.(imm/sir/eno)