Matematika dan IPA Masih Menjadi Momok

MALANG – Mata pelajaran Matematika dan IPA tampaknya masih menjadi momok bagi siswa. Hal ini terlihat dari nilai yang dicapai saat try out menjelang UN SMP Kota Malang. Hasil try out yang digelar Senin hingga Kamis lalu kemarin sudah diketahui.  Untuk hasil try out SMP unggulan seperti SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 5 pelajaran matematika dan IPA masih menjadi penyebab terbanyak ketidaklulusan dalam.
Menanggapi hal ini, Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMP Dra. Hadi Harianto,M. Pd mengaku setiap sekolah nantinya akan melakukan pendampingan khusus kepada siswa yang dianggap rawan tidak lulus. “Matematika dan IPA masih menjadi matapelajaran yang nilainya paling rendah. Matematika terendah 2,50 dan IPA 2, 75. Tetapi ada juga yang nilai matematika dapat 10,00,” bebernya.
Nilai tertinggi berhasil diraih untuk pelajaran Bahasa Inggris 10,00. Bahasa Indonesia 9,40. Dalam penilaian hasil try out, MKKS mensyaratkan nilai minimal tiap matapelajaran 4,00. Di bawah nilai 4,00 siswa dinyatakan tidak lulus. “Kami buat standar seperti itu agar motivasi siswa lebih tinggi,” katanya.
Dikatakannya, nantinya try out Kota akan digelar sebanyak 3 kali."Di luar try out dari MKKS dan MGMP biasanya sekolah juga menggelar try out sendiri," bebernya kepada Malang Post. Rencananya Try Out Kota akan kembali digelar awal Februari atau akhir Februari. Untuk soalnya saat ini sedang disusun tim MGMP kota Malang.
Sementara itu Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang menyatakan akan melakukan upaya pembinaan kepada siswa yang nilainya belum mencapai standar kelulusan. “Akan ada pembinaan dan pendampingan khusus untuk persiapan UN mendatang. Try out akan dimaksimalkan untuk dapat meraih hasil terbaik dalam UN mendatang,” katanya. Ia meambahkan, Dikbud Kota Malang akan mengalokasikan anggaran untuk konsumsi dan insentif guru pendamping. (nin/eno)