Terkesan Belajar dan Mengajar di Australia

MALANG - Selama sepuluh hari (10-19/11) tiga siswa dan seorang guru SD Islam Sabilillah (SDIS) Malang menikmati suasana belajar di sejumlah sekolah di Australia. Ada banyak oleh-oleh dan cerita menarik yang mereka bawa pulang dan dibagikan kepada rekan mereka di sekolah.
Tiga siswa beruntung itu adalah Jehan Fuchala Zahiida (kelas V), Galuh Puspa Ramadana (Kelas V), dan Diza Aulia (Kelas IV). Jehan mengikuti pembelajaran di Brighton Beach Primary School sementara Galuh dan Diza menikmati studi di Solway Primary School. Sementara guru SDIS, Lukman M.Pd mengajar di Bonbeach Primary School.
Ketiga siswa SDIS tersebut kemarin mengisahkan pengalaman berharga mereka selama di Australia. Bagaimana mereka beradaptasi dengan sekolah baru yang semuanya berbahasa asing hingga keluarga angkat mereka di sana. “Di sana sangat menyenangkan meskipun ada banyak hal baru yang berbeda dengan kebiasaan di Indonesia,” ungkap Jehan.
Menurut Jehan secara umum pembelajaran di kelas tidak terlalu menyulitkan namun ada beberapa kegiatan yang sangat menarik perhatiannya. Misalnya saja pelajaran mengenai keselamatan bersepeda yang diberikan setiap pagi di sekolahnya, juga pelajaran seni yang menyenangkan. Juga ada pelajaran berkebun yang kemudian saat panen siswa juga ikut menikmatinya.
Di sekolahnya semua siswa membawa bekal dengan porsi besar, berisi aneka sayuran dan biskuit. Sehingga tidak ada yang jajan di kantin. Air minum pun siap minum di kran air.
”Minumnya tidak pakai gelas jadi langsung minum dari kran,” kata dia. Hal serupa juga dikisahkan Galuh dan Diza yang terkesan dengan sikap disiplin dan peduli lingkungan siswa di sekolah dasar di Australia.
”Di sekolah kami tidak ada petugas kebersihan tapi sekolah tetap bersih, karena tidak ada yang membuang sampah sembarangan,” ujarnya. Program sister school Indonesia-Australia ini adalah program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengembangkan sekolah RSBI. Program ini diikuti oleh 39 (tiga puluh sembilan) siswa dan 10 (sepuluh) guru yang melalui proses seleksi tertulis, psikologi, dan wawancara. (oci/sir/eno)