Program One Day Without Rice Gagal !

MALANG - Beragam produk olahan non beras dipamerkan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), kemarin. Ada aneka cookies, mie sehat, beras yang diproduksi dari sagu, gembili, jagung dan lainnya. Kehadiran produk olahan non beras ini diharapkan bisa menyukseskan program pemerintah one day without rice yang digemakan sejak 2010 lalu.
”Kenapa program one day without rice tidak berhasil karena masyarakat tidak diberi alternatifnya,” ungkap Ketua Dewan Keamanan Pangan Jatim, Nuhfil Fanani kepada Malang Post.
Nuhfil yang juga dosen UB ini menuturkan konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi yaitu 108 kg orang per kapita. Hal ini menyebabkan Indonesia berada di rangking dua terbesar dalam konsumsi beras. Karena itu gerakan mengurangi konsumsi beras perlu didukung diantaranya dengan menyediakan berbagai produk berbahan non beras.
”Saya menantang dosen dan mahasiswa di fakultas teknologi hasil pertanian (THP) untuk membuat aneka makanan dari bahan non beras,” kata dia.
Ia berharap bisa memromosikan hasil olahan tersebut kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Sehingga ke  depan Bulog tidak hanya mengurusi beras saja, tapi juga bahan pangan lainnya.
”Flora fauna kita nomor dua di Indonesia dan saya yakin bahan pangan kita nomor satu dunia, jadi jangan hanya tergantung pada beras saja,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Balai Pengelolaan Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Dr. Ir. Agung Hendriadi menuturkan pihaknya sudah melakukan sinergi dengan lembaga penelitian dan juga perguruan tinggi untuk menyalurkan hasil penelitian kepada dunia usaha. Dengan demikian maka produk hasil penelitian bisa dikembangkan secara massal oleh industri.
”Sampai saat ini sudah ada 78 hasil penelitian yang berhasil dihubungkan dengan dunia usaha,” bebernya. (oci/eno)