Jadi Siswa sekaligus Guru Karate di Sekolah

MALANG – Siswa SMAK St Albertus, Michelle Judianto berhasil meraih Juara II dalam Kejurnas Karate oleh Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia.
Pada kejuaraan nasional yang digelar di Semarang 25 November lalu, siswa kelas 11 ini berhasil menambah koleksi pialanya dalam kejuaraan karate. “Senang sekali, walaupun menjadi juara II di Kelas Dewasa Putri,” katanya.
Ia mengungkapkan, sejak kecil sudah tertarik karate. Hal ini tak lain karena kedua kakaknya juga aktif dalam bidang karate. “Dulu sering melihat kakak latihan karate, tetapi orangtua tidak mendaftarkan saya karate. Sesampainya di rumah selalu minta diajari kakak,” ujar Michelle mengenal masa kecilnya.
Uniknya, karena prestasinya dalam bidang karate, ia juga didapuk menjadi guru karate di sekolahnya. “Awalnya dulu belum ada ekstrakurikuler karate, kemudian sekolah ingin ada ekstrakurikuler karate dan saya diminta untuk menjadi pelatih,” ujar alumni SMP Santa Ursula BSD Tangerang ini. Ia mengaku senang dengan ‘profesi’ barunya sebagai siswa sekaligus guru karate di sekolahnya sendiri.
“Agak sungkan juga kalau mengajari kakak kelas, tapi waktu latihan saya buat enjoy dengan permainan-permainan. Kami juga bertambah akrab,” katanya kepada Malang Post.
Untuk bisa bisa seimbang antara kegiatan akademik dan karate, ia berusaha membagi waktunya. “Paling sering capek latihan dan masih mengerjakan tugas. Kalau sudah begitu biasanya istirahat sebentar dan malamnya mengerjakan tugas,” katanya.
Beberapa prestasi yang pernah diraih siswa asal Tangerang ini adalah Juara I Kejurnas Karete 2010 dan 2011. “Tahun depan ingin ikut lagi di tingkat yang sama. Saya ingin mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Untuk akademiknya saya ingin bekerja pada bidang sosial,” harapnya.(nin/eno)