Minat Meneliti Dosen Rendah, Unitri Gelar Pelatihan

MALANG - Kesadaran dosen untuk meneliti dan publikasi penelitian masih sangat rendah. Karena itulah Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang bekerjasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menggelar pelatihan penyusunan proposal penelitian bagi dosen. Pelatihan ini digelar dua hari ini (28-29/11) di Kampus Unitri Malang. Sebanyak 15 perguruan tinggi swasta di Malang Raya mengikuti agenda pelatihan tersebut.
Reviewer Dikti, Prof Dr Abdul Salam M Sofro, yang menjadi pembicara dalam pelatihan kemarin menuturkan dosen masih identik sebagai seorang pengajar saja. Padahal masih ada tugas lain yang menjadi kewajiban yaitu penelitian dan pengabdian.
“Penelitian di Indonesia masih sangat lemah apalagi yang sadar dengan publikasi,” ungkapnya.
Disisi lain, dosen juga masih banyak yang terkendala membuat proposal penelitian. Menurutnya untuk bisa menulis dengan mudah maka harus rajin membaca tulisan orang lain. Juga rajin membaca artikel yang sudah publikasi. Dengan demikian ide dan gagasan bisa dengan mudah muncul.
“Dosen harus punya curiosity, peneliti itu selalu ingin tahu,” kata dia. Selain Prof Abdul Salam M Sofro, reviewer lain yang dihadirkan adalah Prof Dr Ir Luqman Hakim MS.
Menurut Ketua Pelaksana, Ir Taufik Iskandar M.Ap dengan program ini diharapkan kemampuan para peneliti khususnya dosen peneliti yang ada di PTN/PTS tidak mengalami disparitas.
“Dikti memberikan bantuan stimulus berupa pelatihan ini dengan harapan kemampuan dosen dalam bidang penelitian bisa meningkat,” ungkapnya.
Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka mendorong semangat otonomi perguruan tinggi, Ditjen Dikti telah mengambil kebijakan bahwa pelaksanaan kegiatan penelitian di perguruan tinggi sebagian besar dilakukan secara desentralisasi. Yang artinya perguruan tinggi diberi otonomi atau hak pengelolaan program penelitian secara mandiri, mulai dari evaluasi proposal, penetapan proposal yang layak didanai, pengelolaan dana penelitian, monev, serta pembinaan kepada para peneliti di perguruan tinggi masing-masing.
Dengan semangat desentralisasi ini maka tantangan perguruan tinggi kedepan adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dosen peneliti, proses seleksi, penetapa prioritas yang dikaitkan dengan potensi atau kepentingan regional, monitoring dan evaluasi.(oci/sir/eno)