Uniga Sediakan Kuota 20 Persen

MALANG - Universitas Gajayana (Uniga) Malang mulai memasang strategi penjaringan mahasiswa baru (maba) 2013. Sejak dua bulan terakhir, penjaringan sudah digelar di sejumlah daerah. Tahun ini Uniga akan memaksimalkan penerimaan maba tidak mampu dalam kuota 20 persen yang disediakan kampus.
”Sejak satu tahun lalu kami menyiapkan kuota 20 persen bagi mahasiswa yang tidak mampu, kami berharap tahun mendatang bisa terserap maksimal,” ungkap Wakil Rektor Uniga Malang, Dr Martaleni kepada Malang Post ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Marta menuturkan Uniga berkomitmen untuk membantu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi yang masih rendah. Apalagi tahun ini pemerintah getol menggenjot APK PT karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh pendidikan tinggi. Bagi sebagian besar masyarakat biaya pendidikan tinggi masih dianggap mahal. Di Uniga sendiri biaya untuk meraih gelar sarjana kurang lebih sebesar Rp 15 Juta.
”Konsep kami adalah subsidi silang biaya pendidikan, bagi yang tidak mampu bisa diberi keringanan atau bahkan beasiswa penuh,” kata dia. Akses untuk menjangkau pendidikan tinggi ini diterapkan Uniga dengan cara mematok biaya kuliah yang terjangkau hingga pembebasan uang gedung, keringanan SPP dan juga program beasiswa.
”Bahkan bagi yang berprestasi di sekolah bisa kami bebaskan biaya pendidikannya,” kata dia.
Mahasiswa yang diterima melalui jalur beasiswa ini lanjutnya akan diberi kebebasan memilih semua program studi (prodi) di Uniga. Program S1 Uniga menawarkan delapan jurusan dengan jurusan favoritnya yaitu informatika, managemen dan akuntansi.
”Kami ingin terus mengampanyekan bahwa kuliah di Uniga tidak mahal namun berkualitas, bagi yang ingin kuliah bisa langsung datang kepada saya,” pungkasnya.(oci/eno)