Kader Muhammadiyah Harus Jadi “Orgil” dan “Bonex”

MALANG –  Ada ungkapan menarik yang lontarkan Ketua PP Muhammadiyah Prof dr Din Syamsudin. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus menjadi “Orgil’’ dan “Bonex”. Seperti yang dilakukan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi H Pahri S.Ag MM.
Tetapi, Din Syamsudin buru-buru mempertegas dan langsung menjlentrehkan ungkapannya secara rinci dan detail sesuai harapannya. ‘’Bukan gila beneran. Tetapi, kader Muhammadiyah harus gila ide,  gila kerja  dan nekat melakukan hal-hal yang meningkatkan prestasi demi muhammadiyah. Meskipun tidak mempunyai dana yang mencukupi,’’ tegas Din, disambut tepuk meriah ribuan undangan.
Ide gila dan bondo nekat yang disampaikan Din Syamsudin  itu menggembarkan  keberhasilan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi H Pahri S.Ag MM. Yakni, setelah sukses menciptakan mobil tenaga surya, kini disusul langkah spektakuler dengan memulai pembangunan  gedung Titanium Bulding dengan  enam lantai.
‘’Saya heran, Pahri itu sarjana agama, alumni IAIN, namun bisa menguasai teknologi. Dan, lebih gila lagi, dia kini membangun gedung yang termegah di Kabupaten Malang. Bahkan, gedung ini di tengah kebun,’’ papar Din Syamsudin yang lagi-lagi disambut geeer para orang tua siswa,  undangan dari muspika,  pengurus muhammadiyah cabang sampai pusat.
Din Syamsudin menambahkan, gedung yang dibangun di atas lahan satu hektare ini, menelan biaya yang cukup besar. Yakni sekitar Rp 18 Miliar. Inilah hebatnya Pahri. Sampai saat ini, ia belum pernah meminta atau mengajukan proposal ke PP Muhammadiyah Jakarta. Semua biaya bisa dipenuhi sendiri.
‘’PP Muhammadiyah, memang memiliki dana untuk pembangunan seperti ini. Dan, prinsipnya Muhammadiyah pusat siap mendukung. Karena, Muhammadiyah memiliki sumber dana untuk itu. Hanya saja, kami masih menunggu proposal dari SMK Mutu,’’ katanya.
Sedangkan target waktu dua tahun untuk menyelesaikan gedung itu, ditolak Din Syamsusin. Ia meminta agar gedung itu selesai sebelum 15 Juli 2015. ‘’Kalau selesai sebelum tangal tersebut, nanti saya siap meresmikan. Karena, seteleh bulan itu, saya akan mengakhiri jabatan sebagai ketua PP Muhammadiyah. Saya sudah dua periode menjabat Ketua PP. Sehingga tidak bisa lagi dipilih,’’ ujarnya. 
Sementara itu, perancang gedung titanium bulding yakni Prof Dr Imam Rombandi menyebutkan, bahwa  soal target waktu penyelesaian, ia  mengaku tidak masalah. Jangankan dua  tahun, kalau digarap serius, bisa selesai  dalam waktu delapan bulan. ‘’Kami siap melakukan langkah itu. Apa yang diminta Pak Dian, kami siap menjalankan. Mudah-mudahan selesai sebelum target  waktu yang ditentukan,’’ katanya. (ds/sir/eno)