Penari Harus Memahami Proses Tubuh Penari

MALANG - Menari menjadi salah satu bentuk kesenian yang telah ada berabad tahun. Berbagai varian tarian seperti tradisional, modern, hingga kontemporer terus berkembang. Tetapi tidak banyak yang tahu mengenai proses tubuh penari.
Untuk lebih memahami hal itu, kemarin (30/11) Malang Dance menggelar sarasehan di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Sarasehan tersebut menghadirkan penari yang sudah cukup populer yakni S. Pamardi. Alumni Institut Seni Indonesia Surakarta itu kemarin sengaja hadir unruk memberikan materi seluk beluk dunia tari dan dinamikanya.
“Seorang penari harus memahami kepenarian. Karena kepenarian inilah yang mewarnai tarian. Koreografer tanpa memiliki penari yang paham kepenarian pertunjukannya tidak akan bagus,” ujarnya. Ia menambahkan, penari merupakan elemen yang penting. Koreografer sehebat apapun jika tidak memiliki penari yang baik tidak akan mampu menampilkan pementasan yang baik. Tidak ada yang membedakan kedudukan penari dengan koreografer. Semuanya memiliki peranan masing-masing.
“Jika tarian tradisional, penari yang baik adalah penari yang usianya sudah mumpuni dan memiliki banyak pengalaman. Tarian harus sesuai pakem dan simbolisnya harus menguasai. Tetapi di jenis tarian lain, hal itu tidak berlaku. Sehingga, setiap penari harus memahami anatomi atau bentuk tubuh untuk menari dengan baik,” jelasnya.
Dalam sarasehan yang digelar komunitas penari itu dihadiri seniman dan juga mahasiswa. Peserta tampak antusias memperhatikan penjelasan dari dosen ISI Surakarta ini. Dalam sarasehan kemarin ia juga memberikan contoh bagaimana menari dengan pemahaman olah tubuh yang baik.
“Kalau menari Jawa harus menjaga gerakan karena setiap gerakan memiliki simbol. Jika menari yang menggambarkan kegagahan dan kekuasaan Sultan, torsonya harus tetap dipertahankan,” kata pria yang juga dosen Seni Tari di ISI Surakarta ini.
Menurutnya, tarian tradisional yang ada saat ini jangan sampai merubah tradisi. Artinya harus sesuai dengan makna-makna yang ada di dalam tarian tersebut. Karena tari tradisional merupakan warisan seni budaya yang banyak memiliki nilai. Sarasehan kemarin merupakan rangkaian acara Malang Dance akan digelar pada 12 Desember hingga 16 Desember 2012 dengan kegiatan festival tari se-Jawa Timur yang akan digelar di Gedung Gajayana Malang. (nin/eno)