Usia Pensiun Guru Besar Jadi 70 Tahun/

JAKARTA – Masa pensiun para profesor atau guru besar (gubes) bakal diperpanjang dari 65 tahun menjadi 70 tahun. Ketentuan baru ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti).
Aturan yang berlaku saat ini, tunjangan kehormatan profesor "hanya" dua kali gaji pokok. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso mengatakan, jika aturan baru ini berlaku, tunjangan kehormatan para profesor bisa berkisar Rp 15 Juta per bulan.
Sementara untuk urusan masa pensiun, Djoko mengatakan usia pensiun para profesor saat ini adalah 65 tahun. Dengan catatan bisa diperpanjang hingga 70 tahun. "Usulan perpanjangan ini diajukan setiap tahunnya," kata mantan rektor ITB itu.
Usulan perpanjangan usia pensiun itu bisa disetujui, bisa juga tidak. Tergantung dari kinerja profesor yang bersangkutan. Terutama kinerja di bidang akademik seperti penulisan hasil penelitian di jurnal ilmiah internasional, hingga pengabdian masyarakat.
Tetapi dalam aturannya nanti, usia pensiun para profesor otomatis menjadi 70 tahun. Para profesor tidak perlu mengajukan perpanjangan usia pensiun ketika masuk usia 65 tahun. Ketentuan baru ini akan diperkuat dengan penerbitan peraturan pemerintah (PP) turunan UU Dikti.
Meski PP tadi belum turun, namun Ditjen Dikti Kemendikbud sudah mengatur urusan masa pensiun untuk para profesor yang saat ini sudah berumur 65 tahun. Ini penting supaya pemberlakuan aturan pensiun yang baru ini berjalan tertib. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Ditjen Dikti Kemendikbud Nomor 1287/E/2012.
Dalam surat itu ditentukan jika batas usia pensiun 70 tahun otomatis berlaku bagi, profesor yang berusia 65 tahun per 1 Agustus 2012 atau setelahnya. Meskipun surat keputusan (SK) pensiuannya sudah terbit tetap tidak berpengaruh.
Selain itu, juga berlaku otomatis untuk profesor yang masa perpanjangan batas usia pensiunnya (BUP) masih berlaku setelah tanggal 1 Agustus 2012. Kemudian berlaku otomatis juga untuk profesor yang usulan perpanjangan BUP-nya sedang dalam proses penilaian di Ditjen Dikti Kemendikbud.
Perlu dicatat, batas usia pensiun 70 tahun ini tidak berlaku bagi profesor yang berusia 65 tahun dan usulan perpanjangan BUP-nya ditolak sebelum 1 Agustus 2012. Penolakan ini diantaranya tidak memenuhi persyaratan dalam Permendiknas Nomor 9 Tahun 2008.
Selain itu dalam surat edaran tadi Ditjen Dikti Kemendikbud tidak menerima dan memproses usulan perpanjangan BUP profesor yang diterima sejak 10 Agusuts 2012.
"Imbal balik dari pemerintah terhadap guru besar memang meningkat," tandasnya. Tetapi Djoko mengatakan imbal balik dari para guru besar kepada negara, terutama dunia pendidikan juga harus ditingkatkan.
Dia mengataan saat ini masih prihatin dengan geliat publikasi karya ilmiah para guru besar di jurnal internasional yang masih lemah. Djoko berharap setelah tunjangan kehormatannya ditingkatkan dan usia pensiunnya ditambah jadi 70 tahun, para profesor lebih bergairah meningkatkan aktifitas ilmiahnya.(jpnn/eno)