Sulap Mangga dan Tempe Jadi Hidangan Bernilai Tinggi

MALANG - Lima belas tim tampak serius berkutat dengan perlatan masak di halaman Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya, Sabtu (1/12) lalu. Mereka adalah peserta lomba kompetisi memasak yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himatitan) FTP UB. Peserta bertugas menyulap tempe dan mangga menjadi varian makanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Mereka menyiapkan dua hidangan yang berbahan dasar tempe dan mangga. Kami tidak membatasi kreativitas mereka, terserah nantinya bahan baku itu diolah menjadi desert dan main course apa,” jelas Fiky Walidah Fikriyah, panitia acara.
Kompetisi yang diselenggarakan untuk umum ini tidak hanya diikuti mahasiswa dari lingkungan UB. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang memang mengambil jurusan tata boga. “Kami membuat hidangan kombinasi mangga dan tempe. Tempe kami goreng kering kemudian ditambah dengan saus mangga,” jelas salah satu peserta tersebut ketika dewan juri menghampiri standnya.
Tak hanya memiliki cita rasa yang lezat serta presentasi yang menarik, peserta dituntut untuk bsia merinci untung rugi dari makanan yang mereka buat. “Tadi ada yang membuat satu porsi hidangan kreasi mangga tempe dengan harga Rp 15 Ribu. Setelah dihitung bahan baku yang diperlukan hingga produksi empat porsi makanan tersebut, mereka memperoleh keuntungan sekitar Rp 25 Ribu,” terang Fiky kepada Malang Post.
Gadis berjilbab ini menambahkan, nantinya akan ada dua tim yang terpilih sebagai pemenang. Juara pertama berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu beserta sertifikat, sedangkan juara dua mendapatkan uang tunai Rp 300 Ribu serta sertifikat. “Melalui kompetisi ini kami ingin menciptakan kreasi makanan baru, terutama dari bahan baku yang berasal dari Indonesia sendiri, tempe misalkan,” tutupnya.(kur/eno)