Mahasiswa UM Berjaya di Ajang KJI dan KBGI ke 4

MALANG- Universitas Negeri Malang (UM) berjaya di ajang Kontes Jembatan Indonesia (KJI) ke-8 dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-4 Tahun 2012. Tiga penghargaan itu diborong mahasiswa Jurusan Teknil Sipil Fakultas Teknik UM yang meraih juara dua kompetisi Jembatan Bentang Panjang (busur), Juara Kategori Jembatan Terkokoh, dan Juara dua KBGI.
Kemarin seremoni penyambutan para juara digelar di Aula FT UM yang dihadiri Pembantu Rektor 3 UM, Sutjipto dan Wakil Dekan 3 FT UM, Pribadi ST MT.
”Prestasi ini menjadi bukti keunggulan UM, dan kita memang layak menjadi juara,” ungkap Sucipto dalam sambutannya.
Rasa bangga civitas UM ini memang tidak berlebihan mengingat ajang ini merupakan salah satu lomba yang prestisius. Acara yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini diawali dengan seleksi proposal yang dikirimkan seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Untuk gelaran tahun ini, KJI mengambil tema “Jembatan Kokoh dan Awet” dan  KBGI bertema “Rumah Kayu Bertingkat Inovatif Tahan Gempa”.
Setelah pengiriman proposal, tim juri menyeleksi delapan proposal yang dianggap paling baik. Tim mempresentasikan inovasi dan kreativitas dalam desain dan konstruksi jembatan dan bangunan di hadapan dewan juri yang berlangsung dari 30 November hingga 2 Desember 2012.
”Mahasiswa harus mempresentasikan proposal yang dibuat dihadapan dewan juri, dan proposal tidak boleh berubah dari awal yang dikirimkan dengan yang dipresentasikan,” ujar dosen pembimbing KJI, Ir Edi Santoso MT.
Finalis Kompetisi Jembatan Bentang Panjang (busur) KJI-8 2012 yang terpilih adalah Tim Calophyllum dari UI, Tim Gatotkaca dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tim Surawisesa dari Unjani, Bandung, Tim CreMona dari UM, Maheswari Tim dari PNJ, Tim Mahadharma Prakasa dari Politeknik Negeri Malang, Tim Arum Mahagita dari Itenas, Bandung, Tim Arimbi dari Universitas Teknologi Yogyakarta.
”Kami sempat merasa tidak percaya diri melihat lawan kami, namun akhirnya bisa memboyong juara,” ungkap Ketua Tim KJI KBGI UM, Nurkholis. Desain jembatan yang dibuat tim UM ini unggul dalam hal kekokohannya. Saat diberikan beban seberat 5 kilogram ternyata lendutan atau lengkungannya hanya 0,8 milimeter sementara tim yang lain rata-rata 1-2 mm.
Tak hanya itu, sebenarnya saat pertandingan tim KBGI juga sempat terkena penalti untuk beberapa poin penilaian. Sebab ada beberapa bagian yang sudah terpasang padahal seharusnya pemasangan dan perakitan dikerjakan saat lomba saja. Mereka pun tidak menyangka kalau akhirnya berhasil meraih juara dua.
”Salah satu keunggulan bangunan kami adalah menggunakan teknik sambungan tenon, sehingga lebih efisien dan hemat,” kata dia. Menurut Ketua Jurusan Teknik Sipil UM, Drs Adjib Karjanto ST MT, yang istimewa dari kemenangan UM adalah bahwa semua desain dan produk dikerjakan sendiri oleh mahasiswa di lab teknik sipil. Prestasi ini menjadi eksistensi jurusan teknik sipil yang baru saja membuka program studi baru yaitu ilmu murni teknik sipil.(oci/adv/eno)