PT Jangan Hanya Cetak Sarjana

MALANG - Mantan Panglima TNI Jendral (Pur) Endriartono Sutarto mengingatkan pentingnya peran perguruan tinggi (PT) untuk mewujudkan Indonesia lebih baik. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya mendidik mahasiswa hingga bergelar sarjana saja, tapi juga berkontribusi menyiapkan mereka menjadi calon pemimpin bangsa.
Endriartono kemarin berbicara dalam kuliah tamu bertema ”Peran Perguruan Tinggi dalam Reinventing Indonesia” di Universitas Brawijaya (UB) Malang.  ”Peran perguruan tinggi untuk membangun Indonesia lebih baik sangat banyak sekali, sebagai centre of exelence untuk membentuk calon pemimpin bangsa,” ungkapnya.
Ia merinci berbagai permasalahan yang dihadapi negara saat ini adalah belum terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia kaya sumber energi. Tetapi tidak memiliki kedaulatan energi, demikian mudah terombang-ambing oleh fluktuasi harga energi di pasar dunia.
Lapangan pekerjaan makin sulit didapat, dan sektor manufaktur pun mengalami kemunduran. Di saat tenaga kerja bertambah setiap tahun, perekonomian kita justru praktis mengalami deindustrialisasi.
The Global Competitiveness Report 2012-2013 yang terbit pada 5 September 2012 lalu menunjukkan bahwa  daya saing Indonesia berada pada peringkat 50 diantara 144 negara. Peringkat ini lebih rendah dan mengalami penurunan secara berturut-turut dibanding 2011 (peringkat 46) dan 2010 (peringkat 44)
Prospek perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy) juga masih terlihat suram. Sebuah publikasi Bank Dunia (2012) menempatkan Indonesia pada peringkat 108 diantara 145 negara dalam hal tingkat kesiapan untuk berkompetisi dalam knowledge based economy.
Berbagai kemerosotan yang terjadi dalam jati diri bangsa, lunturnya rasa persatuan dan kesatuan menurutnya memerlukan langkah strategis untuk melakukan recommitment terhadap Pancasila. Mengarus-utamakan kembali nilai-nilainya, dan memastikan bahwa proses politik dan demokratisasi berkembang sejalan dengan falsafah dan cita-cita yang terkandung di dalamnya. (oci/eno)